Air Kali Laya Tinggi, Warga Depok Siaga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Curah hujan yang tinggi dan intensitas debit air juga semakin tinggi membuat Kali Laya yang jebol di Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok (13/01). Jebolnya Kali Laya pada Ahad siang kemarin membuat ratusan rumah warga Depok kebanjiran. Tempo/Ilham Tirta

    Curah hujan yang tinggi dan intensitas debit air juga semakin tinggi membuat Kali Laya yang jebol di Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok (13/01). Jebolnya Kali Laya pada Ahad siang kemarin membuat ratusan rumah warga Depok kebanjiran. Tempo/Ilham Tirta

    TEMPO.CO, Depok - Hujan yang mengguyur Depok sejak siang tadi membuat debit air Kali Laya, Depok, kembali tinggi. Sementara bronjong yang dibuat oleh ratusan aparat TNI dan Polri di tempat tanggul yang jebol hingga kini belum selesai. Akibatnya, air masih mengalir ke perumahan warga. (Baca juga: Banjir Tahun Ini, Ahok Salahkan Depok)

    "Tadi kan hujan gede, paling nanti malam airnya bertambah besar," kata salah seorang warga Perumahan Bukit Cengkeh II, Arpan, Rabu, 15 Januari 2014. Karena itu, warga sudah siap-siap jika banjir datang. "Setiap tahun, kami selalu siap karena langganan."

    Dampak yang paling parah akibat jebolnya tanggul Kali Laya di belakang Perumahan Cimanggis Country adalah Perumahan Bukit Cengkeh II. Soalnya, perumahan ini berada di wilayah yang lebih rendah dari perumahan lainnya. Jadi, limpahan dari Kali Laya yang berada di atas akan berujung pada Kali Jantung yang berada di tengah Perumahan Bukit Cengkeh II. Kali Jantung akan sangat cepat meluap karena hanya berukuran 2 meter dan tidak terlalu dalam.

    Arpan, warga RT RW 8, Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok, mengatakan mereka sudah bosan dengan pemerintah yang cenderung hanya kelihatan saat ada kejadian. "Seperti kebanjiran kemarin, baru mereka nongol," katanya. Padahal, setiap tahun perumahan itu selalu saja kebanjiran. "Seharusnya kasih solusi agar tak pernah banjir lagi."

    Warga lainnya, Raisyah, 39 tahun, mengaku sudah melihat tanggul yang diperbaiki aparat sore tadi. Menurut dia, tanggul itu belum bisa membuat warga tenang. "Airnya masih mengalir dan masih enggak kuat," katanya. Namun, jika banjir, Raisyah mengaku akan tetap di rumahnya.

    Raisyah mengatakan, Pemerintah Kota Depok hanya membuang uang untuk memperbaiki Kali Laya. Soalnya, waktu Kali itu jebol pada 2012 lalu, pemerintah juga berjanji akan perbaiki dan mengeluarkan anggaran. "Memang diperbaiki, tapi mungkin setengah hati," katanya. Raisyah beralasan, jika pemerintah benar-benar mau menghentikan banjir, harus maksimal. (Baca juga: Atasi Banjir, 300 Anggota TNI Perbaiki Kali Laya ) Pantau berita banjir Jakarta di sini.



    ILHAM TIRTA

    Berita Lainnya:
    Soal Dugaan Suap Pilgub Jatim, Ini Kata Cak Imin
    Ini Sebab Jakarta Utara Relatif Bebas Banjir
    Ruhut Tuding Jokowi Memble Hadapi Banjir  
    Berapa Persisnya Harta Adik Atut?
    Dilarikan ke RS karena Orgasme 3 Jam tanpa Henti
    Status BBM Anas Urbaningrum: Ojo Dumeh...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.