Jokowi Minta Perbaikan Jalan TB Simatupang Dikebut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor melintasi Jembatan di TB Simatupang yang roboh akibat diterjang banjir, Jakarta (15/1). Terhitung 3 hari sejak hari senin petugas menutup jembatan tersebutsehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat atau lebih karena masih dalam perbaikan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pengendara sepeda motor melintasi Jembatan di TB Simatupang yang roboh akibat diterjang banjir, Jakarta (15/1). Terhitung 3 hari sejak hari senin petugas menutup jembatan tersebutsehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat atau lebih karena masih dalam perbaikan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO , Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, menggunakan "dana sewaktu-waktu" untuk memperbaiki gorong-gorong TB Simatupang, Jakarta Selatan. Anggaran ini hanya ada di Dinas Pekerjaan Umum untuk perbaikan infrastruktur yang mendesak. "Ini berbeda dengan dana darurat karena khusus infrastruktur," kata Jokowi di Jakarta pada Rabu, 15 Januari 2014.



    Menurut Jokowi, penggunaan dana ini lebih fleksibel saat ada infratruktur yang butuh penanganan cepat. Akibat hujan yang mengguyur Jakarta sepanjang Ahad (12/1), Jalan TB Simatupang arah Ragunan ambles sedalam 50 sentimeter. Jokowi menyebut penyebab amblesnya jalan ini adalah gorong-gorong yang tidak sesuai spesifikasi.



    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Manggas Rudy Siahaan mengatakan dana sewaktu-waktu biasanya digunakan untuk menambal jalan yang berlubang. "Untuk kasus seperti di TB Simatupang juga bisa karena mendesak," katanya.



    Manggas mengatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum guna perbaikan jalan tersebut. Sebabnya, kewenangan jalan tersebut adalah milik Kementerian Pekerjaan Umum. Sayangnya, dana sewaktu-waktu ini belum bisa digunakan karena Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBD) 2014 belum disahkan. Makanya, menurut Manggas, satu-satunya yang bisa dilakukan adalah berkoordinasi dengan Kementerian serta mengecek gorong-gorong lainnya.



    Anggota Komisi Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Mohammad Sanusi, mengatakan dalam mata anggaran, dana sewaktu-waktu ini bernama swadaya infrastruktur. Penggunaannya fleksibel karena tidak perlu lelang. "Memang ada yang digunakan untuk kejadian mendesak," kata Sanusi. Menurut dia, pengelolaannya ada di bawah Dinas langsung. Untuk besarannya di tahun 2014 ini sekitar Rp 400 miliar.

    SYAILENDRA



    Berita Lain:

    Anas Urbaningrum Ditahan, Dosen Unair Meminta Maaf
    Mahfud Mengaku Heran Atas Pemilihan Akil Mochta
    Soal Dugaan Suap Pilgub Jatim, Ini Kata Cak Imin
    Kata Istrinya, Anas Urbaningrum Sedang Tirakat
    Kado Tahun Baru Anas Urbaningrum Versi Ipar SBY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.