Bus Tingkat Wisata Jakarta Masih Terjebak di Priok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Tingkat saat diturunkan dari kapal Box Voyager yang baru saja bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (14/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Bus Tingkat saat diturunkan dari kapal Box Voyager yang baru saja bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (14/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta - Ada Lima buah bus tingkat DKI Jakarta, yang baru saja tiba kemarin, ternyata belum meninggalkan kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Alasannya, karena dokumen bus untuk tujuan wisata itu masih diperiksa oleh Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok

    "Masih menjalani pemeriksaan dokumen (customs clearance) oleh pihak kepabeanan," ujar Kepala Seksi Layanan Informasi KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Iwan Agung Kusuma, saat dihubungi Tempo, Rabu, 15 Januari 2013.

    Iwan berkata, ada banyak dokumen yang harus diperiksa. Beberapa di antaranya adalah dokumen impor, harga, perizinan, dan segala macamnya. Dokumen-dokumen itu harus diperiksa mendalam.
    Karena dokumen diperiksa mendalam (belum ada Surat Perintah Pengeluaran Barang), Iwan memperkirakan bus tak akan keluar hari ini. Ia memprediksi, paling cepat esok.


    Ditanyai kenapa pemeriksaan bisa berlangsung lama, Iwan mengatakan lama tidaknya pemeriksaan tergantung profil perusahaan, apakah masuk jalur kuning, merah, atau hijau.


    Jika perusahaan masuk jalur hijau, pemeriksaan hanya akan memakan waktu kurang dari sehari. Jika masuk jalur kuning, pemeriksaan memakan waktu 1-4 hari. Terakhir, jika masuk jalur merah, pemeriksaan bisa sampai 12 hari.


    Iwan menjelaskan, importir yang masuk jalur kuning adalah perusahaan yang beberapa kali tercatat melakukan kesalahan. Kesalahan ini bisa berupa terkadang suka samar dalam memberikan harga atau terkadang mengajukan notul alias nota pembetulan. "Kalau yang merah, itu biasanya perusahaan yang suka buat kesalahan seperti memberi harga yang tak benar, sering mengajukan notul, gonta-ganti alamat, dan sebagainya," ujar Iwan melengkapi.


    Iwan tidak menegaskan apakah perusahaan Putriasih yang mendatangkan bus tingkat masuk profil nakal. Namun, ia mengaku bahwa bus sudah bisa keluar besok jika tak ada masalah.


    Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Arie Budiman mengatakan bahwa kecil kemungkinan bus bisa dipakai dalam waktu dekat. Salah satunya, karena pengurusan dokumen itu. Ia pun memperkirakan bus tingkat baru bisa dipakai akhir bulan ini.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.