Target Modifikasi Cuaca Kurangi 30 Persen Hujan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memasukkan bubuk garam kedalam tangki sebelum dinaikan kedalam pesawat Hercules Cassa 212-200 untuk melakukan rekayasa cuaca di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, (14/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas memasukkan bubuk garam kedalam tangki sebelum dinaikan kedalam pesawat Hercules Cassa 212-200 untuk melakukan rekayasa cuaca di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, (14/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta - Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) mengklaim modifikasi cuaca dapat mengurangi 30 persen intensitas curah hujan pada periode Januari-Februari 2014. Modifikasi ini dilakukan dengan menyemai sebuah titik awan dengan garam yang dicampur dengan kalsium klorida (CaCl2) dan urea.


    "Kami menargetkan intensitas curah hujan akan berkurang 30 persen," kata Kepala Bidang Pengkajian Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan BPPT Tri Handoko Seto saat dihubungi, Rabu, 15 Januari 2014.


    Tri Handoko menjelaskan cara kerja modifikasi cuaca ini adalah dengan mengamati tingkat kematangan awan di sekitar Selat Sunda dan menyemainya dengan garam. Penyemaian akan mengubah awan yang mencapai tingkat kematangan cukup tersebut menjadi hujan dalam waktu 10 menit sebelum tiba di atas wilayah Jabodetabek. "Dengan begitu, debit air di Jabodetabek tidak jadi bertambah," kata dia.


    Rencananya, kata Tri Handoko, modifikasi yang telah berlangsung sejak 14 Januari kemarin akan diakukan selama dua bulan mendatang. Tujuannya, untuk memastikan puncak musim penghujan telah terlewati.


    Tri Handoko berujar, pihaknya baru dapat menyimpulkan keberhasilan modifikasi setelah setelah seluruh rangkaian selesai dilakukan. Alasannya, evaluasi harian membutuhkan data yang banyak dan pengumpulannya memerlukan waktu lebih dari satu hari. "Hasilnya baru didapat setelah modifikasi selesai," ia berujar.


    Di sejumlah tempat, BPPT juga menempatkan ground base generator, semacam alat yang mempersulit proses terjadinya hujan. Di Jadebotabek, alat ini ditempatkan di 20 titik yang diprediksi rawan banjir. "Jadi, begitu lewat menara itu, awannya dipersulit jadi hujan," ujarnya.


    Tahun ini, modifikasi cuaca kembali dilakukan dengan dana Rp 28 miliar. Sebanyak Rp 20 miliar diberikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sementara Rp 8 miliar disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta. Namun pada tahun lalu, anggaran yang habis selama 42 hari modifikasi cuaca hanya mencapai Rp 12,8 miliar.


    LINDA HAIRANI

    Berita Lain:

    Anas Urbaningrum Ditahan, Dosen Unair Meminta Maaf
    Mahfud Mengaku Heran Atas Pemilihan Akil Mochta
    Soal Dugaan Suap Pilgub Jatim, Ini Kata Cak Imin
    Kata Istrinya, Anas Urbaningrum Sedang Tirakat
    Kado Tahun Baru Anas Urbaningrum Versi Ipar SBY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.