Komnas HAM Dukung Relokasi Warga Bantaran Sungai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak warga sekitar menyaksikan proses penertiban bangunan liar di bantaran Kali Pakin, Kamis (28/2). Tidak hanya Kali Pakin, program penataan bantaran sungai pun dilanjutkan ke sejumlah kali dan waduk lainnya di Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    Anak-anak warga sekitar menyaksikan proses penertiban bangunan liar di bantaran Kali Pakin, Kamis (28/2). Tidak hanya Kali Pakin, program penataan bantaran sungai pun dilanjutkan ke sejumlah kali dan waduk lainnya di Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO , Jakarta - Rencana Pemprov DKI Jakarta memindahkan warga yang tinggal di bantaran sungai ke rumah susun ditanggapi positif oleh Komnas HAM. Mereka mengaku mendukung. "Tentu kami mendukung, itu kebijakan yang baik. Lagipula, kehidupan mereka yang di bantaran sungai cukup mengkhawatirkan," ujar komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, saat dihubungi Tempo, Rabu, 15 Januari 2013.


    Meski mendukung, Natalius mengatakan pihaknya mengajukan sejumlah syarat. Pertama, relokasi itu harus memastikan warga tinggal di hunian yang lebih layak. Natalius berkata, jangan sampai warga hidup lebih sengsara ketika dipindahkan dari tempat tinggal sekarang. Warga, kata Natalius, harus merasa nyaman dan aman di tempat baru.


    Untuk membuat warga gusuran merasa nyaman di tempat baru, Natalius menyarankan Pemprov membuat fasilitas lengkap di rusun untuk menunjang usaha dan kehidupan warga. Contoh, tempat kerja dan sekolah. "Kalau yang saya lihat, syarat ini sudah cukup dipenuhi untuk relokasi sebelumnya. Relokasi warga dari Ria Rio salah satu contohnya," ujar Natalius melengkapi.


    Syarat kedua, kata Natalius, komunikasi antara warga dengan pihak Pemprov DKI Jakarta harus berjalan baik. Pihaknya tak ingin ada kericuhan akibat komunikasi yang terlalu sepihak. "Jangan lupakan unsur HAM juga, ajak warga berbicara baik-baik. Jelaskan kepada mereka kenapa relokasi ini dibutuhkan," ujarnya.


    Natalius menambahkan, pihaknya akan mengawasi terus kebijakan relokasi ini. Tujuannya, untuk memastikan semuanya berjalan sesuai koridor HAM. "Kami juga ingin masalah relokasi ini tidak dipolitisasi," ujarnya mengakhiri.


    Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan mengusir penduduk yang mendiami bantaran kali. Pengusiran itu, kata dia, dilakukan untuk menormalisasi sungai.  Penduduk yang mendiami bantaran sungai, Ahok melanjutkan, harus mau dipindahkan ke rumah susun. "Karena tahun ini normalisasi harus beres, Sungai Pesanggrahan, Angke, Sunter," kata dia.

    ISTMAN MP


    Berita Lain:

    Anas Urbaningrum Ditahan, Dosen Unair Meminta Maaf
    Mahfud Mengaku Heran Atas Pemilihan Akil Mochta
    Soal Dugaan Suap Pilgub Jatim, Ini Kata Cak Imin
    Kata Istrinya, Anas Urbaningrum Sedang Tirakat
    Kado Tahun Baru Anas Urbaningrum Versi Ipar SBY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.