Ahok Kaget Namanya Dicatut di Pesan Berantai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku terkejut melihat isi pesan palsu yang berisi permintaan maaf atas nama Pemerintah Provinsi DKI sehubungan dengan jebolnya tanggul Ciliwung gara-gara banjir Jakarta. "Bikinnya sih hebat, ya. Seolah-olah Ahok paling berani dan jadi lembut banget pakai minta maaf," kata Ahok, nama panggilannya, di kantornya hari ini.

    Meski sempat membuat khawatir sebagian pihak, Ahok mengatakan pelaku pembuat pesan berantai tersebut tidak akan dicari. Ahok malah mengundang pembuat pesan berantai tersebut untuk menemui dirinya. "Saya ajarin bikin fitnah yang lebih mantep," kata mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

    Sebelumnya, beredar pesan berantai yang menyebut pembukaan tanggul Ciliwung terpaksa dilakukan atas perintah Wakil Gubernur. Pesan berantai itu juga sudah ditanggapi Ahok via BBM-nya tak lama setelah pesan berantai yang mencatut namanya tersebut tersebar. Ahok menyatakan pesan berantai tersebut adalah omong kosong. Isi pesan Ahok yang tersebar di kalangan media adalah sebagai berikut: "Broadcast message yg menyebutkan thamrin-sudirman akan banjir krn tanggul dibuka adalah tidak benar. Mohon jgn menyebarkan BM tsb."

    Liputan Tempo tentang banjir Jakarta di sini: #Banjir Jakarta. Berita tentang sepak terjang Ahok, keluarganya, kisah cintanya klik di sini: #Ahok | Basuki Tjahaja Purnama.

    ISMI DAMAYANTI

    Terpopuler:

    Perawat Ini Orgasme Terus Selama 4 Hari
    Takut Ditahan, Eks Intel Israel Pergi dari Denmark
    Turis Denmark Diperkosa, Polisi Lakukan Penahanan
    Lagi, Satu TKI di Arab Saudi Meninggal
    Sunaryani Bebas dari Ancaman Hukuman Mati


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.