Waspadai Banjir Bekasi Sampai Maret

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga melintasi banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah, Jatiasih, Bekasi(18/4). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah warga melintasi banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah, Jatiasih, Bekasi(18/4). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO , Bekasi -- Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bekasi, Jawa Barat, mewaspadai bencana banjir hingga Maret mendatang sesuai dengan prediksi musim hujan tahun ini. "Dibuka posko siaga bencana di setiap kantor kelurahan dan kecamatan," kata Ketua Tagana Kota Bekasi, Engkus Kustara, Kamis, 16 Januari 2014.

    Menurut dia, hal ini dilakukan menyusul bencana banjir yang melanda wilayah itu pada akhir pekan lalu hingga awal pekan ini. Meski demikian, pemerintah setempat belum menetapkan status darurat bencana banjir di wilayah tersebut. "Belum sampai terjadi KLB (kejadian luar biasa)," kata dia.

    Engkus menilai bencana banjir beberapa waktu lalu baru setengah dari kejadian luar biasa awal tahun 2013. Ia mencatat adanya 18 titik terjadi banjir, dengan jumlah pengungsi mencapai 1.500 orang. "Tidak separah tahun lalu, kali ini baru setengahnya," ujar Engkus.

    Meski demikian, untuk mengantisipasi banjir susulan, didirikan posko siaga banjir. Posko yang berada di seluruh kantor kelurahan dan kecamatan itu 24 jam dijaga petugas. Sehingga, kalau sewaktu-waktu terjadi banjir, proses evakuasi berjalan maksimal. "Saat ini sedang didata kebutuhan untuk posko," katanya.

    ADI WARSONO


    Berita Populer


    Otto Hasibuan Mundur Sebagai Pengacara Akil 
    Djoko Kirmanto: Jokowi Jangan Ambil Wewenang Pusat
    Kisah Cinta Ahok, Beda 9 Tahun dengan Istrinya  
     
    Jajal Bus Transjakarta Baru, Jokowi Kedinginan AC 
    Suami Khofifah Sudah Lama Menulis Hari Kematiannya  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.