UU Perlindungan Anak Belum Bisa, AQJ Tetap Sidang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kedatangan AQJ ditemani ayahnya Ahmad Dhani diliput oleh sejumlah awak media di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (15/1).  TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Kedatangan AQJ ditemani ayahnya Ahmad Dhani diliput oleh sejumlah awak media di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (15/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -AQJ, 13 tahun telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kecelakaan maut yang terjadi di tol Jagorawi pada 8 September 2013. Meski ia masih tergolong anak di bawah umur, AQJ tetap harus menjalani persidangan karena UU Perlindungan Anak baru dapat diterapkan pada bulan Agustus 2014.

    “Seandainya UU Peradilan anak yang baru sudah berlaku, tidak perlu ada persidangan seperti ini,” kata Lydia Wongsonegoro, kuasa hukum AQJ saat dihubungi Tempo, Kamis 16 Januari 2014.

    Menurutnya berdasarkan UU Peradilan Anak tersebut, jika sudah ada penyelesaian dengan pihak keluarga korban, maka tidak perlu lagi ada persidangan karena sudah dapat diselesaikan secara kekeluargaan. “Perkara sudah bisa dianggap selesai.” (Baca : Kasus Kecelakaan AQJ P21)

    Putra Ahmad Dhani ini diputuskan menjadi tersangka beberapa waktu lalu karena merujuk pada hukum acara pidana berdasarkan aturan lama. Yaitu UU Nomor 3 tahun 1997. Selain itu acuan Undang-Undang yang digunakan masih pada UU Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002. Sehingga anak usia 13 tahun dapat dituntut secara pidana.

    Kecelakaan maut Jagorawi terjadi Minggu malam, 8 September 2013. Mobil Lancer yang dikemudikan AQJ menabrak grand max yang menyebabkan tujuh korban tewas dan lainnya terluka.

    AISHA

    Berita Terpopuler
    Mata Najwa, Angel Lelga Gagap Menjawab 
    Angel Lelga Tuding Nurul Arifin di Mata Najwa
    Wawancara Lengkap Angel Lelga di Mata Najwa 1
    Jadi Ambasador Casio, Sherina Pecahkan Rekor
    Gaston Jebol Gawang, Jupe Di-bully di Twitter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.