Pekerja Mulai Bongkar Gorong-gorong Simatupang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi dinding Jembatan di TB Simatupang yang roboh akibat diterjang banjir, Jakarta (15/1). Jalanan ini sementara hanya bisa dilewati kendaraan roda dua dan pejalan kaki saja. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Kondisi dinding Jembatan di TB Simatupang yang roboh akibat diterjang banjir, Jakarta (15/1). Jalanan ini sementara hanya bisa dilewati kendaraan roda dua dan pejalan kaki saja. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Perbaikan jembatan amblas di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, memasuki hari kedua. Petugas Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta membongkar gorong-gorong yang terdapat di bawah jembatan itu dengan menggunakan alat berat.

    Gorong-gorong yang hanya satu saluran berdiameter empat meter itu diduga menjadi penyebab jembatan amblas, kemarin lusa. "Jadi sebelum diperbaiki, salurannya dibenerin dulu biar nggak kegenang lagi," ujar seorang petugas, Hardiono, 32 tahun, kepada Tempo, Jumat, 17 Januari 2014.

    Pembongkaran saluran itu tak bisa dilakukan di sembarang waktu. "Kalau hujan, air deras, kami berhenti dulu," ujarnya. Sebab saluran tersebut setelah dibongkar akan mengalirkan laju air anak sungai Ciliwung. "Jadi harus tunggu airnya tenang (surut) dulu," katanya.

    Ditemui di kantornya, Lurah Kebagusan Soehanto menduga sempitnya saluran itu sebagai penyebab jalanan tergenang dan mengamblaskan jembatan. Akibatnya daerah di utara jembatan, tergenang banjir. "Lima RT di RW 01 Kebagusan kebanjiran kalau ada (banjir) kiriman," ujarnya. Ketinggian air bisa mencapai 1-1,5 meter.

    Akibat pengerjaan perbaikan jembatan, ruas TB Simatupang dari perempatan Ragunan menuju Pasar Minggu akan ditutup selama sepuluh hari. Kendaraan roda dua dialihkan memutar lewat Jalan Buncit Raya dan Jalan Raya Pasar Minggu. Kendaraan roda empat dipersilakan masuk tol.

    Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum Danis H. Sumadilaga menyatakan ada dua tahap perbaikan pengerjaan yakni penggantian gorong-gorong dengan box culvert. "Selain itu, akan dilakukan peninggian badan jalan setinggi satu meter untuk menghindari terjadinya limpasan aliran air dari sisi utara maupun sisi selatan," kata Danis.

    Kedua, Kementerian PU akan melanjutkan pengerasan badan jalan. Untuk tahap ini, pengerjaan diperkirakan bakal memakan waktu hingga 17 hari dengan estimasi dana Rp 2,5 miliar untuk satu sisi.

    M. ANDI PERDANA

    Berita Terpopuler
    Angel Lelga Tuding Nurul Arifin di Mata Najwa 
    Loyalis Anas: Pemecatan Pasek Blunder Demokrat
    BBM Ciliwung Jebol, Ahok: Fitnah Kok Bego
    Suap SKK Migas, KPK Geledah Rumah Sutan di Bogor
    Pasek Dipecat sebagai Anggota DPR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.