Hujan Guyur Bogor, Jakarta Terancam Banjir Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Debit air di Bendungan Katulampa. TEMPO/Arihta U Surbakti

    Debit air di Bendungan Katulampa. TEMPO/Arihta U Surbakti

    TEMPO.CO, Bogor -  Intensitas  hujan yang cukup tinggi mengguyur wilayah Bogor, terutama kawasan Puncak. Akibatnya, ketinggian air Sungai Ciliwung mengalami peningkatan. Ketinggian air di  Bendung Katulampa, Kota Bogor, mencapai 160 sentimeter atau dengan status siaga 2 banjir.

    "Ini ukuran paling tinggi di tahun 2014," kata petugas jaga Bendung Katulampa, Andi Sudirman, Jumat dinihari, 17 Januari 2014. Dengan ketinggian tersebut, volume air yang mengalir ke Jakarta mencapai 307.467 liter/detik."Normalnya hanya 50 sentimeter."

    Ketinggian air di Sungai Ciliwung terus meningkat setiap jamnya. Sebab, sejak pukul 09.00, ketinggian air masih di posisi 60 sentimeter. "Namun, karena hujan turun terus-menerus, maka 15 menit kemudian naik jadi 80, kemudian 100 sentimeter, dan sekarang jadi 160 sentimeter," katanya.

    Andi mengatakan, puluhan ribu kubik air Sungai Ciliwung ini diperkirakan akan tiba di Jakarta delapan hingga sepuluh jam ke depan. "Kondisi Puncak sekarang masih hujan, hanya intensitasnya ringan. Jakarta harus waspada," ujar Andi.

    Hingga saat ini, kondisi cuaca untuk wilayah Bogor dan sekitarnya masih diguyur hujan deras. "Kami berharap warga yang dibantaran kali tetap waspada banjir," kata dia

    M. SIDIK PERMANA



    Berita lain:
    Jengkel Dicaci Maki, Ani SBY Sentil Istri Jokowi
    Begini Jokowi Menjawab Sentilan Ibu Ani Soal Istrinya 
    Sedang Pimpin Rapat, Ani SBY Malah Angkat Telepon 
    Wawancara Lengkap Angel Lelga di Mata Najwa 1 
    Angel Lelga Tuding Nurul Arifin di Mata Najwa 
    Loyalis Anas: Pemecatan Pasek Blunder Demokrat 
    Suap SKK Migas, KPK Geledah Rumah Sutan di Bogor  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.