Sempat Kering, Banjir Rendam Kapuk Muara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga melintas diantara ratusan tonggak beton penyangga rumah yang tersisa di bekas lokasi kebakaran yang melumat ratusan rumah di kawasan Rawa Indah, Kapuk Muara, Penjaringan Jakarta Utara, Rabu (21/4). Kebakaran yang terjadi pada Selasa (24/4) tersebut menjalar dari satu rumah ke rumah lain karena hampir seluruh rumah terbuat dari kayu. Tidak ada korban jiwa dari kebakaran tersebut. TEMPO/Panca Syurkani

    Seorang warga melintas diantara ratusan tonggak beton penyangga rumah yang tersisa di bekas lokasi kebakaran yang melumat ratusan rumah di kawasan Rawa Indah, Kapuk Muara, Penjaringan Jakarta Utara, Rabu (21/4). Kebakaran yang terjadi pada Selasa (24/4) tersebut menjalar dari satu rumah ke rumah lain karena hampir seluruh rumah terbuat dari kayu. Tidak ada korban jiwa dari kebakaran tersebut. TEMPO/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir kembali menerjang kawasan Kelurahan Kapuk Muara, hari ini. Daerah yang selama ini menjadi langganan banjir ketika memasuki musim hujan ini kembali tergenang setelah air sempat surut.

    Lurah Kapuk Muara Purnomo mengatakan, air di daerahnya kembali naik pascahujan semalam. "Airnya naik lagi, kemarin sempat kering," kata dia kepada Tempo, Jumat, 17 Januari 2014. Saat ini, menurut dia, ketinggian air mencapai 30-60 sentimeter.

    Secara rinci, Purnomo menyebutkan titik-titik genangan di daerahnya. Di RW 01, ketinggian air 40-60 sentimeter, RW 04 20-40 sentimeter, RW 05 30 sentimeter, dan RW 03 40 sentimeter. "Risiko tinggal dekat muara, jadi sering kena banjir," kata dia.

    Menurut Purnomo, penyebab banjir kali ini masih sama. Intensitas hujan yang tinggi semalam membuat Kali Angke meluap. Ditambah lagi air kiriman dari dalam kota yang hendak menuju muara. "Serta air rob yang memang rutin datang," kata dia. Saat ini, menurut dia, Jalan Kapuk Raya terdapat genangan. "Jalan itu tergenang, pasti tempat kami kena," kata dia.

    Kemarin, menurut Purnomo, air di kawasannya sempat mengering. "Kemarin tak ada genangan, hanya becek biasa," kata dia. Warga yang mengungsi pun sudah pulang ke rumah masing-masing. Air rob pun, kata dia, kemarin masih normal, meskipun BMKG memprediksi pada tanggal 16-17 Januari 2014 akan terjadi puncak rob karena bertepatan dengan bulan purnama.

    Saat ini, menurut Purnomo, pihaknya masih menyiagakan 10 tenda bagi warga jika banjir kembali datang. "Tenda masih stand by di titik pengungsian," kata dia. Lokasinya ada di dekat exit tol Pantai Indah Kapuk.

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.