Akhir Pekan, Hujan Intentitas Sedang di Jabodetabek  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas BMKG memantau cuaca Jabodetabek & Kepulauan Seribu di Jakarta, Senin (16/11). Hujan deras yang terjadi di Jabotabek disebabkan adanya aktifitas daerah tekanan rendah di Samudra Hindia dan di perairan timur Kalimantan. TEMPO/Subekti

    Petugas BMKG memantau cuaca Jabodetabek & Kepulauan Seribu di Jakarta, Senin (16/11). Hujan deras yang terjadi di Jabotabek disebabkan adanya aktifitas daerah tekanan rendah di Samudra Hindia dan di perairan timur Kalimantan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Achmad Zukri memprediksi hujan dengan intensitas sedang akan mengguyur Jabodetabek pada akhir pekan ini. "Rata-rata di Jabodetabek hanya hujan sedang," katanya, Jumat, 17 Januari 2014.

    Di Jakarta, hujan diperkirakan bakal turun tidak merata. Dia menyebut curah hujan akan terus berkurang sepanjang akhir pekan ini dibanding akhir pekan lalu. "Lewat Sabtu sore, malam, sampai Minggu dan Senin, curah hujan akan sangat berkurang dibanding yang sudah terjadi tanggal 11 dan 12." (Baca: Banjir Ancam Jakarta Hingga Awal Februari)

    Achmad menjelaskan, perkiraan ini berdasarkan pada tidak berkembangnya ekor siklon tropis di laut selatan Jawa. Siklon tropis adalah angin kencang yang berputar di wilayah tropis. Pada Januari sampai April, biasanya siklon ini tumbuh di selatan Indonesia atau utara Australia. "Mulai dari Teluk Carpentaria, Laut Arafuru, laut di selatan Bali, dan selatan Jawa. "

    Sedangkan pada Juni sampai Desember, siklon itu biasa tumbuh di utara Indonesia, seperti sekitar Papua Nugini, utara Sulawesi, dan Laut Cina Selatan. Wilayah dalam jangkauan dekat siklon--sekitar 1000 kilometer--akan mendapat pengaruh berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi berhari-hari. "Tapi ternyata ekor siklon itu tidak berkembang," kata Achmad.

    Meski demikian, ia tetap mengimbau warga untuk waspada terhadap banjir. "Imbauan saja. Selama hujan Januari-Februari belum meninggalkan kita, kewaspadaan jangan diturunkan, justru ditingkatkan." Hal itu terutama bagi warga yang tinggal di pinggir sungai. "Daerah bantaran sungai memang apa adanya begitu. Enggak diramal banjir pun banjir," kata dia.

    ATMI PERTIWI


    Berita Terpopuler
    Titik-Titik Banjir Jumat Pagi ini
    Ahok: Kampanye di Tempat Bencana Tak Akan Diingat
    Bupati Tangerang Tolak Sodetan Ciliwung-Cisadane 
    Banjir Bandang Jakarta Bukan Karena Hujan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.