Air di Katulampa Kembali Naik, Status Siaga 2  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Debit air sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Bogor, terus meningkat menyusul hujan sepanjang hari pada Rabu (9/1). TEMPO/Arihta Surbakti

    Debit air sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Bogor, terus meningkat menyusul hujan sepanjang hari pada Rabu (9/1). TEMPO/Arihta Surbakti

    TEMPO.CO, Bogor - Setelah sempat turun selama tiga jam,  ketinggian air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa kembali meningkat secara drastis menjadi 165 sentimeter atau status siaga 2 banjir.

    "Ketinggian air sempat turun dalam kurun tiga jam, dari 160 sentimeter pada pukul 11.30 menjadi 100 pada pukul 13.00. Akan tetapi, pada pukul 14.50, tiba-tiba ketinggian air kembali meningkat cepat menjadi 165 sentimeter," kata Andi Sudirman, petugas Bendung Katulampa.

    Ia mengatakan, peningkatan air Sungai Ciliwung ini disebabkan besarnya volume air dari Sungai Ciesek, anak sungai Ciliwung, yang datang dan bergabung ke Sungai Ciliwung. "Dengan ketinggian air 165 sentimeter ini, maka volume air yang datang ke Jakarta sebanyak lebih dari 276.246 liter per detik," kata dia. (Baca:Pintu Air Manggarai Siaga Dua Banjir )

    Andi mengatakan, kemungkinan ketinggian air Ciliwung di Bendung Katulampa akan kembali meningkat. Sebab, berdasarkan laporan dari petugas yang memantau di sekitar Taman Wisata Matahari (TWM), ketinggian air mencapai 200 sentimeter.

    "Diperkirakan, 1,5 hingga 2 jam mendatang, ketinggian air di Bendung Katulampa kembali meningkat seiring datangnya air yang kini mengalir di TWM dengan ketinggian 200 sentimeter," kata dia.

    M SIDIK PERMANA

    Berita Terpopuler
    Titik-Titik Banjir Jumat Pagi ini 
    Ahok: Kampanye di Tempat Bencana Tak Akan Diingat
    Bupati Tangerang Tolak Sodetan Ciliwung-Cisadane 
    Banjir Bandang Jakarta Bukan Karena Hujan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.