Akhir Pekan, Hujan Intensitas Sedang di Jabodetabek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mobil mencoba menerobos genangan banjir di jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta, (17/1). Hujan yang mengguyur Ibukota sejak malam hingga pagi membuat kawasan tersebut tergenang hingga 30 Cm. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah mobil mencoba menerobos genangan banjir di jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta, (17/1). Hujan yang mengguyur Ibukota sejak malam hingga pagi membuat kawasan tersebut tergenang hingga 30 Cm. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta:-Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Achmad Zukri memprediksi hujan dengan intensitas sedang akan mengguyur Jabodetabek pada akhir pekan ini. "Rata-rata di Jabodetabek hanya hujan sedang," katanya, Jumat 17 Januari 2014.

    Di Jakarta sendiri hujan bakal tidak merata, yaitu hanya di Jakarta Selatan, Barat, dan Timur. Dia menyebut, curah hujan akan terus berkurang sepanjang akhir pekan ini dibanding akhir pekan lalu. "Lewat Sabtu sore, malam, sampai Minggu dan Senin curah hujan akan sangat berkurang dibanding yang sudah terjadi tanggal 11 dan 12."

    Achmad menjelaskan, perkiraan ini berdasar tidak berkembangnya ekor siklon tropis di laut selatan Jawa. Siklon tropis adalah angin kencang yang berputar di wilayah tropis. Pada Januari sampai April, biasanya siklon ini tumbuh di selatan Indonesia atau utara Australia. "Mulai dari Teluk Carpentaria, Laut Arafuru, laut di selatan Bali, dan selatan Jawa. "

    Sedangkan pada Juni sampai Desember, siklon itu biasa tumbuh tumbuh di utara Indonesia seperti sekitar Papua Nugini, utara Sulawesi, dan Laut Cina Selatan. Wilayah dalam jangkauan dekat siklon atau sekira seribu kilometer akan mendapat pengaruh berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi berhari-hari. "Tapi ternyata ekor siklon itu tidak berkembang," kata Achmad.

    Meski demikian, ia tetap mengimbau warga untuk waspada terhadap banjir. "Imbauan saja, selama hujan Januari-Februari belum meninggalkan kita, kewaspadaan jangan diturunkan, justru ditingkatkan." Ini menurutnya terutama bagi warga yang tinggal di pinggir sungai. "Daerah bantaran sungai memang apa adanya begitu. Enggak diramal banjir pun banjir."

    ATMI PERTIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.