Jalan Layang Kampung Melayu Ditutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mobil mencoba menerobos genangan banjir di jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta, (17/1). Hujan yang mengguyur Ibukota sejak malam hingga pagi membuat kawasan tersebut tergenang hingga 30 Cm. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah mobil mencoba menerobos genangan banjir di jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta, (17/1). Hujan yang mengguyur Ibukota sejak malam hingga pagi membuat kawasan tersebut tergenang hingga 30 Cm. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Jalan layang dari Pondok Bambu menuju Kampung Melayu, Jakarta Timur ditutup di kedua arah lantaran banjir. Hujan deras yang mengguyur Jakarta semalam membuat genangan di daerah ini mengkhawatirkan.

    "Tidak bisa dilewati, silakan putar balik," kata seorang petugas Dinas Perhubungan kepada Tempo, Sabtu, 18 Januari 2014.

    Petugas Dinas Perhubungan memasang rambu bertuliskan "Sementara Jalur Ditutup Ada Banjir". Mobil patroli Dinas Perhubungan diparkir melintang badan jalan untuk menghalangi kendaraan yang hendak melintas.

    Saat ini para petugas sedang memasang balok-balok kayu dengan posisi miring untuk menghubungkan trotoar dan jalan untuk membantu pemotor memutar balik kendaraan.

    Akses untuk memutar balik di bawah jalan layang tersebut dipadati mobil yang hendak berputar ke arah Pondok Bambu. Sementara itu, terjadi kemacetan di jalan yang menuju Terminal Kampung Melayu maupun Jalan Otista.

    Arus menuju Pondok Bambu masih lancar. Di sejumlah titik terdapat dahan-dahan yang tumbang dan berada di jalur kanan. Wilayah ini masih diguyur hujan ringan.

    MARIA YUNIAR

    Berita Terpopuler
    Banjir Bandang Jakarta Bukan Karena Hujan
    Hampir Seluruh Tanjung Priok Terendam Air
    Jokowi: Ada Waktu 3-4 Jam Sebelum Air Kiriman Datang 
    Pintu Air Karet Kembali Siaga 1
    Pintu Air Manggarai Tahap Kritis

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.