Tahun Ini, Jakarta Fokus Bangun Tanggul Kali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi tanggul Latuharhary yang miring dilihat dari atas jembatan di Banjir Kanal Barat (BKB), Jakarta (26/12).  Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Kondisi tanggul Latuharhary yang miring dilihat dari atas jembatan di Banjir Kanal Barat (BKB), Jakarta (26/12). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta akan fokus membangun turab alias tanggul di sepanjang Kali Sub Makro dan kali besar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Manggas Rudy Siahaan mengatakan pembangunan turab ini menjadi program prioritas antisipasi banjir di 2014.

    "Targetnya separuh kali sub makro akan selesai ditanggul pada akhir 2014," kata Manggas kepada Tempo di kantornya Jumat, 18 Januari 2014. Sedangkan target keseluruhan selesai pada akhir 2015. Menurut data Dinas, ada 23 sistem jaringan kali sub-makro yang ada di Ibu Kota.

    Kali sub makro ini menjadi penghubung antara 13 kali besar dengan kali-kali kecil yang mengalir di permukiman. Menurut Manggas, salah satu penyebab banjir di Ibu Kota adalah jaringan kali sub makro yang tidak dibentengi oleh tanggul.

    Selama ini, tanggul yang ada di kali sub-makro hanya dibangun dari tumpukan batu kali sehingga rawan rembes. Dia mencontohkan jika debit Kali Mampang tinggi pasti air langsung meluap ke jalanan dan permukiman di sekitarnya. 

    Program pemasangan tanggul ini merupakan bagian dari normalisasi kali. Nantinya tidak hanya tanggul, tapi ada juga jalan inspeksi selebar 7 meter di tiap kali," ujarnya. Sehingga proses pengerukan kali akan lebih mudah.

    Turab yang akan dibangun ini memiliki kedalaman 8 meter dengan ketinggian sekitar 2-3 meter dengan lebar 3,5 meter di tiap sisi. Lebar tanggul ini lah yang dimanfaatkan sebagai jalan inspeksi. Memang konsekuensinya, Manggas meneruskan, akan ada relokasi warga atau pembebasan lahan. 

    Pemerintah DKI Jakarta menganggarkan Rp 5,1 triliun untuk program antisipasi banjir dan genangan di Ibu Kota. Sebagian besar dialokasikan untuk normalisasi kali, termasuk di dalamnya pembangunan tanggul yaitu sekitar Rp 3 triliun.

    Beberapa kali sub makro dan kali besar yang disasar untuk ditanggul adalah Kali Mampang, Kali Grogol, Pademangan Barat, Sunter, Rawa Badak, dan Rorotan. Kemudian ada juga Kawasan Tegal Alur, Manggas Besar, Jagakarsa, dan Kebayoran Baru.

    Pengamat air, Firdaus Ali, berpendapat pembangunan tanggul ini merupakan langkah yang bagus. Sebab, selama ini kondisi tanggul yang ada di Ibu Kota dianggap buruk karena faktor usia dan teknik pembangunan yang tidak sesuai.

    "Kedalaman dan spesifikasinya tidak sesuai dengan aturan," ujarnya. Menurut Anggota Dewan Air DKI Jakarta ini, tanggul merupakan benteng pertama saat debit air di kali meningkat.

    SYAILENDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.