Banjir Kepung Jakarta, Tim Bantuan Gerak Cepat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria bertahan di rumahnya di bantaran Kali Ciliwung, Jatinegara Barat, Jakarta, yang terendam banjir (18/1). Kawasan Kampung Pulo terendam hingga 4 meter. TEMPO/Subekti

    Seorang pria bertahan di rumahnya di bantaran Kali Ciliwung, Jatinegara Barat, Jakarta, yang terendam banjir (18/1). Kawasan Kampung Pulo terendam hingga 4 meter. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa wilayah Jakarta dan sekitarnya kembali dikepung banjir mulai Sabtu dini hari pada 18 Januari 2014. Hal ini disebabkan meluapnya volume air sungai Ciliwung disertai derasnya hujan pada malam harinya. Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mengevakuasi korban banjir di berbagai titik di Jakarta pada Sabtu dini hari.

    Sejak berbagai pintu air yang berstatus siaga pada Jumat siang, 17 Januari, mereka telah disiagakan di berbagai lokasi, yakni Pasar Minggu, Tebet, dan Cawang. “Beberapa jam sebelum kiriman banjir datang. Tim disiagakan untuk menghadapi kemungkinan yang terjadi. Benar saja, Ciliwung kembali meluap bahkan lebih besar dari tanggal 12 Januari yang lalu,” kata Manager Respon DMC Dompet Dhufa, Asep Beny.

    Asep menambahkan, tim pun mengaktifkan kembali aktivitas posko di pengungsian seperti dapur umum dan distribusi bantuan logistik. Sebelumnya, para pengungsi mulai kembali ke rumah lantaran kondisi air mulai surut.

    Menurut Maizar Helmi, tim DMC Dompet Dhuafa yang berada di Cawang, dengan menggunakan perahu karet tim berhasil mengevakuasi sekitar 20 warga di Gang Arus, RT 02, Cawang, Jakarta Timur. Mereka kemudian diungsikan ke berbagai titik antara lain di bekas gudang kertas.

    “Warga yang dievakuasi lansia, anak-anak, bahkan ada bayi yang masih berumur 8 bulan. Rumah mereka terendam sampai 3 meter lebih,” ujar Helmi. Helmi mengungkapkan, kondisi pengungsian masih sederhana. Mereka tidur hanya beralaskan terpal seadanya. Kebutuhan seperti selimut, baby kit, dan terutama makanan merupakan logistik yang paling penting saat ini.

    “Untuk kebutuhan sementara pagi ini mungkin makanan ringan. Kemudian nanti siang atau sore baru makanan berat karena pasti mulai lapar,” tambahnya.

    Dalam beberapa pekan ke depan, Dompet Dhuafa tetap siaga dan akan merespon kawasan-kawasan yang masih membutuhkan bantuan evakuasi maupun penanganan di pengungsian.
    Terhitung, sejak banjir menerjang Ahad pekan lalu, 12 Januari tim ini telah mendirikan posko bantuan di lebih 10 kawasan banjir Jabodetabek.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Jokowi: Ada Waktu 3-4 Jam Sebelum Air Kiriman Datang 
    Pintu Air Manggarai Tahap Kritis
    Jokowi Minta Pintu Air Arah Istana Dibuka 
    Pintu Air Karet Kembali Siaga 1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.