Jalan Otista Ditutup Karena Banjir Sepaha

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang bocah melihat banjir yang merendam kawasan pertokoan Otista, Cawang, Jakarta, (13/1). TEMPO/Subekti

    Seorang bocah melihat banjir yang merendam kawasan pertokoan Otista, Cawang, Jakarta, (13/1). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta -Jalan Otto Iskandar Dinata ditutup akibat banjir. Luapan Sungai Ciliwung menyebabkan air mencapai paha orang dewasa yang menggenangi sekitar 800 meter badan jalan di Kelurahan Bidaracina, Jatinegara. Akibatnya, satu ruas utama di Jakarta Timur tersebut ditutup mulai Sabtu, 18 Januari 2014, siang.

    Menurut Mumul, warga Bidaracina yang juga anggota regu penyelamat Jakarta Rescue, penutupan ruas delapan jalur yang dikenal dengan Jalan Otista tersebut dilakukan karena air Ciliwung terus meninggi. Pada Jumat sore hingga malam, air hanya setinggi 50 sentimeter di sekitar 50 meter ruas jalan. "Tapi mulai tadi malam sampai pagi, air semakin tinggi," katanya kepada Tempo.

    Pantauan Tempo, genangan di Jalan Otista Raya menyerupai kolam raksasa. Kendati kotor dan berwarna cokelat tua, puluhan anak-anak kecil memanfaatkannya untuk berenang.

    Selain memutus akses yang dikenal dengan Jalan Otista tersebut, luapan Ciliwung menenggelamkan ratusan rumah penduduk di 14 Rukun Tetangga di Rukun Warga 02, Bidaracina. Ketinggian air di Bidaracina rata-rata di atas 80 sentimeter. Namun, di pemukiman yang berada di bantaran sungai, ketinggian air lebih dari 2 meter.

    "Yang dekat bantaran kali ketinggian sampai plafon rumah. Air mulai naik sejak Jumat malam," kata Mumul. "Sejak subuh tadi, air mulai merendam pemukiman dan jalan raya."

    ARIHTA U. SURBAKTI

    Berita Terpopuler
    Ani Yudhoyono: Ini Tustel Pribadi, Paham?
    Adnan Buyung Tantang KPK Bawa Anas ke Pengadilan 
    Jokowi Dapat Teguran Gamawan 
    Ani Yudhoyono Berang Ditanya Kepemilikan Kamera 
    Elektabilitas Turun, Jokowi Masih Unggul Jauh  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.