Hatta: Jakarta Harus Bangun Tanggul Laut Raksasa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan pemerintah provinsi DKI Jakarta sebaiknya segera mewujudkan pembangunan tanggul laut raksasa untuk mengatasi masalah banjir di Ibu Kota.

    "Kami harapkan dapat segera dimulai pembangunannya pada tahun ini," kata Hatta ketika meninjau tempat pengungsian warga korban banjir di Kampung Pulo, Jakarta, Sabtu, 18 Januari 2014. Ia datang bersama Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Didik J Rachbini.

    Hatta mengatakan, pembangunan tanggul laut raksasa merupakan kebijakan jangka panjang dan sementara proyek berjalan pemerintah daerah juga harus menjalankan kebijakan jangka pendek dan menengah untuk mengatasi banjir. Ketika ditanya tentang kebutuhan anggaran untuk membangun tembok penahan gelombang laut tersebut, Hatta tidak menyebutkan angka pasti.

    "Ini harus dilakukan secara kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta," kata Hatta, yang berharap proyek itu bisa selesai tahun 2019-2020.

    Sementara Zulkifli Hasan menyebut perlunya penanaman pohon secara besar-besaran untuk mencegah banjir pada masa mendatang. "Pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu melakukan secara bersama-sama upaya rehabilitasi tanam pohon secara besar-besaran," katanya.

    Zulkifli mengatakan, curah hujan yang melebihi rata-rata menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Tanah Air dan kerusakan lingkungan memperparah bencana tersebut.

    Dia mencontohkan, banyaknya pembangunan di perkotaan yang tidak memperhatikan lingkungan dan mengakibatkan kerusakan daerah di sepanjang aliran sungai (DAS).
    "Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan daerah aliran sungai ini," katanya.

    Ia menambahkan, ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan yang saat ini rata-rata hanya antara lima persen sampai 15 persen juga harus diperluas menjadi sekitar 30 persen dari luas wilayah.

    ANTARA

    Berita Lain
    Jokowi Dapat Teguran Gamawan 
    Suara Kesal Ahok: Kenapa Harus Tunggu Genangan?
    Singgung Banjir, Presiden Bacakan SMS Ani SBY 
    Ani SBY Tertawa Dipanggil Ibu Presiden 
    Pintu Air Manggarai Tahap Kritis
    Jokowi Minta Pintu Air Arah Istana Dibuka  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.