Banjir Kabupaten Bekasi Meluas ke 23 Kecamatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga melintasi banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah, Jatiasih, Bekasi(18/4). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah warga melintasi banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah, Jatiasih, Bekasi(18/4). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Bekasi - Banjir di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat meluas hingga ke 23 kecamatan. Beberapa waktu sebelumnya, ada 16 kecamatan yang terendam banjir akibat hujan yang turun di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

    "Jumlah kecamatan yang terkena dampak banjir bertambah menjadi 23 kecamatan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Sahat Nahor, Sabtu, 18 Januari 2014.

    Menurut Sahat, pada pencatatan korban banjir pertama terdapat 52.961 Kepala Keluarga yang terkenda dampak banjir, atau sekitar 211.844 jiwa. "Jumlah pengungsi yang terkena dampak banjir sebanyak 10.543," katanya. "Banjir kali ini masih didata," ujarnya.

    Saat ini upaya penanganan yang dilakukan adalah menempatkan warga di tenda-tenda pengungsian, masjid, sekolah-sekolah, Kantor Kecamatan, Kantor Desa, dan sarana lainnya."Bantuan berupa mie instan, air mineral, tikar, dan selimut sangat dibutuhkan," kata Sahat.

    Sahat menambahkan, titik terparah akibat banjir berada di Kecamatan Muaragembong atau di pesisir utara Bekasi. Banjir di sana diakibatkan meluapnya Kali Citarum, sehingga mengakibatkan empat desa terendam di antaranya Desa Pantai Bakti, Pantai Bahagia, Pantai Sederhana, dan Pantai Mekar.

    Adapun akibat luapan Kali Ciherang dan Kali Cikarang Bekasi Laut berdampak pada banjir di Desa Pantai Harapan Jaya, dan Jaya Sakti. "Paling parah berada di Desa Pantai Bakti, karena ada tanggul darurat yang jebol," kata Camat Muaragembong, Endang Setiawan. "Kami berharap ada bantuan," sambung dia.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.