Tangani Banjir, Pemerintah Tangerang Tunggu Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi (topi merah) meninjau lokasi banjir dengan menaiki gerobak di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, pada 17 Januari 2013. TEMPO/Tony Hartawan

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi (topi merah) meninjau lokasi banjir dengan menaiki gerobak di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, pada 17 Januari 2013. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Tangerang - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan Wali Kota Tangerang Arief Rachardino Wismansyah memastikan akan hadir jika diundang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi terkait pembahasan masalah banjir Jakarta. "Tapi sayangnya, sampai saat ini saya belum dapat undangannya," ujar Zaki kepada Tempo, Ahad, 19 Januari 2014.

    Bupati menilai pertemuan tersebut akan mempunyai arti penting bagi Kabupaten Tangerang, salah satu wilayah di kawasan Jabodetabek yang terkena banjir. Zaki mengatakan, nantinya, di dalam pertemuan itu, ia akan menerangkan kondisi Cisadane dan wilayah Kabupaten Tangerang saat ini.

    Terkait rencana sodetan Ciliwung-Cisadane yang akan di lakukan kembali, Zaki menegaskan, sikap Kabupaten Tangerang sudah final menolak. "Sikap Kabupaten Tangerang sudah final. Sodetan bukan solusi mengatasi banjir Jakarta dan Tangerang," kata Zaki.

    Senada dengan Zaki, Wali Kota Tangerang Arief Rachardino Wismansyah mengatakan juga belum dapat undangan acara tersebut. "Kalau diundang, kebetulan sekali. Kami memang mau koordinasi dengan Pemda DKI dan pemerintah pusat," kata Arief.

    Sejauh ini, kata Arief, Kota Tangerang kesulitan berkoordinasi dengan Pemda DKI dan pemerintah pusat dalam mengatasi banjir di Kota Tangerang. "Apalagi sekarang banjir di mana-mana, urgent sekali untuk dilakukan koordinasi," katanya.

    Arief mengatakan, banjir di Kota Tangerang sedikit banyaknya dipengaruhi oleh aliran sungai dari Jakarta ke Tangerang. "Terutama wilayah perbatasan Jakarta Selatan dan Jakarta Barat," katanya. Ia mencontohkan, banjir di Kecamatan Benda disebabkan mampetnya aliran sungai karena banyaknya sampah dari arah Jakarta.

    JONIANSYAH

    Berita terkait
    Banjir Jakarta, Sudah 10.530 Warga Mengungsi
    Banjir, Dua Koridor TransJakarta Tak Beroperasi
    Stasiun Tanah Abang Terendam 8 cm
    Titik-titik Banjir Pagi Ini, 19 Januari 2014


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.