Banjir di Bekasi, Nenek Tewas Terpeleset di Rumah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga melintasi banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah, Jatiasih, Bekasi(18/4). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah warga melintasi banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah, Jatiasih, Bekasi(18/4). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Bekasi - Seorang perempuan paruh baya di Kota Bekasi, Yati Wiharti, 65 tahun, tewas diduga akibat terpeleset di tempat tinggalnya di Perumahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur terendam banjir, Ahad, 19 Januari 2014.

    Korban kali pertama ditemukan tewas oleh tetangganya, Giri, sekitar pukul 11.00 WIB siang tadi dengan posisi telungkup di dalam rumah yang dipenuhi genangan air. Korban ditemukan dengan luka memar di bagian kepalanya. "Anaknya pergi mencari makan," kata dia.

    Ia yang kaget melihat korban, lalu memberitahukan kepada warga lainnya. Tak lama berselang, petugas medis mendatangi rumah tersebut. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia. "Dia lagi di rumah, karena air tak terlalu tinggi," katanya.

    Banjir di wilayah itu terjadi sejak tiga hari lalu, belum sampai surut, banjir kiriman dari Kali Bekasi. Banjir di perumahan tersebut mencapai ketinggian dari 30 sentimeter hingga 1 meter. Saat banjir, rumah korban air dengan ketinggian 50 sentimeter.

    Saat ini jenazah korban disemayamkan di rumah tetangganya akibat, rumah tinggalnya masih terendam banjir. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Poncol, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

    ADI WARSONO

    Berita terkait
    Banjir Jakarta, Sudah 10.530 Warga Mengungsi
    Banjir, Dua Koridor TransJakarta Tak Beroperasi
    Stasiun Tanah Abang Terendam 8 cm
    Titik-titik Banjir Pagi Ini, 19 Januari 2014


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.