Kali Jantung Meluap, 1.100 Rumah di Depok Terendam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan Aparat dari TNI Kodim 0508 Depok dan Brimob Kelapa Dua melihat Kali Laya yang jebol di Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok (13/01). Jebolnya Kali Laya pada Ahad siang kemarin membuat ratusan rumah warga Depok kebanjiran. Tempo/Ilham Tirta

    Ratusan Aparat dari TNI Kodim 0508 Depok dan Brimob Kelapa Dua melihat Kali Laya yang jebol di Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok (13/01). Jebolnya Kali Laya pada Ahad siang kemarin membuat ratusan rumah warga Depok kebanjiran. Tempo/Ilham Tirta

    TEMPO.CO, Depok - Ratusan rumah warga di Depok kembali terendam banjir akibatnya melubernya Kali Jantung, Cimanggis, Depok, Ahad, 19 Januari 2014. Sebanyak 500 rumah di Perumahan Taman Duta, 100 rumah di Perumahan Cimanggis Country, 100 rumah di Bukit Cengkeh I, dan sekitar 400 rumah di Perumahan Bukit Cengkeh II kemasukan air setinggi 20 sentimeter.

    Sementara di jalan-jalan perumahan air mencampai 70 sentimeter. "Di Bukit Cengkeh mulai banjir sekitar pukul 6.00, ini air kiriman dari Perumahan Taman Duta yang kebanjiran," kata Salah seorang warga perumahan Bukit Cengkeh II, Mardiyah, 39 tahun, Ahad, 19 Januari 2014.

    Meski begitu, tidak ada warga yang mengungsi. "Untung datangnya pagi," katanya. Warga perumahan, kata Mardiyah, memang tidak aneh lagi dengan banjir. Soalnya, setiap tahun banjir sudah pasti menerjang rumah mereka. Kali Jantung yang berada di tengah perumahan adalah problem maker di perumahan Bukit Cengkeh. "Kami sudah pasrah, katanya pemerintah sudah memperbaiki tapi tetap saja banjir."

    Salah seorang warga Perumahan Taman Duta, Suhardi mengatakan, hampir semua rumah terkena banjir. Hanya beberapa rumah yang dasarnya tinggi tidak kemasukan air. Namun, dipastikan semua jalan perumahan digenangi air hingga selutut orang dewasa. "Ini memang musiman."

    Kali Jantung mengalir dari Taman Duta ke Bukit Cengkeh II. Ketika Taman Duta Banjir, dipastikan Bukit Cengkeh II juga banjir. Air yang mengalir di Kali Jantung dan Kali Laya adalah limpahan dari Setu Pengarengan. Jika air dari sungai Ciliwung besar maka Setu Pengarengan tidak akan mampu menahan air. "Akhirnya melimpah ke sini," kata Suhardi.

    Warga perumahan Bukit Cengkeh I, Alamsyah mengatakan banjir di perumahan mereka hanya sebentar. Banjir itu lebih disebabkan oleh Kali Laya yang meluber kembali di atas tanggul yang sedang diberonjong. "Kali Laya kan meluber lagi," kata warag RT 10, RW 15, Bukit Cengkeh I, Tugu, Cimanggis, Depok.

    Pantauan Tempo, Kali Laya yang jebol pada Ahad pekan lalu sudah dibuatkan beronjong. Namun, karena debit air yang tinggi pada malam hari tadi, air kembali meluap melewati beronjong. Bukan saja itu, air juga meluber dari tanggul di sekitar yang jebol. Sehingga air yang meluap ke perumahan Cimanggis Country melebar sekitar 20 meter. Tanggul itu juga sudah retak sehingga TNI memasang beronjong darurat di atasnya.

    Anggota TNI Kodim 0508 Depok, Sersan Dua Kusnanto yang menjaga posko Kali Laya mengatakan debit air meninggi karena hujan deras sejak semalaman. Akibatnya beronjong tidak mampu menahan air, dan debit air yang lebih tinggi juga meluber ke sisi lain tanggul. "Sekarang kami kasih batu lagi dan membuat beronjong," katanya.

    Kusnanto menjelaskan, sebanyak 150 personil sedang fokus memperhankan dulu beronjong di tempat yang jebol. Beronjongnya akan dilapis dua agar tidak terdorong kekuatan air. "Beronjong akan dilapis dua," katanya. Selain itu perseonil TNI juga memasang karung tanah ditempat jebolan itu.

    Hingga saat ini, Perumahan Bukit Cengkeh II, Taman Duta, dan Cimanggis Country masih digenangi air setinggi lutut. Meski begitu air dipastikan terus menyusut.

    ILHAM TIRTA

    Berita terkait
    Banjir Jakarta, Sudah 10.530 Warga Mengungsi
    Banjir, Dua Koridor TransJakarta Tak Beroperasi
    Stasiun Tanah Abang Terendam 8 cm
    Titik-titik Banjir Pagi Ini, 19 Januari 2014


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.