Rumah Roboh di Pinggir Kali Baru, 4 RT Kebanjiran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karena arus sungai yang deras, petugas pemadam kebakaran dan warga kesulitan untuk mengangkat puing dinding rumah yang roboh di kawasan Lenteng Agung, Jakarta (19/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Karena arus sungai yang deras, petugas pemadam kebakaran dan warga kesulitan untuk mengangkat puing dinding rumah yang roboh di kawasan Lenteng Agung, Jakarta (19/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -- Hujan yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu, 18 Januari 2014, menyebabkan sebuah rumah roboh di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Sekretaris Bantuan Darurat Agung Priyo Nugroho mengatakan penyebab runtuhnya rumah berlantai dua itu diduga lantaran fondasi bangunan yang belum kuat. "Rumah itu merupakan bangunan baru," kata Agung saat dihubungi pada Ahad, 19 Januari 2014.

    Agung menuturkan, rumah ini dibangun pada akhir Desember 2013 dan kini telah mencapai tahap penyelesaian. Fondasi rumah yang belum kuat, kata dia, diduga menjadi penyebab runtuhnya bangunan yang diperuntukkan sebagai rumah kos itu.

    Agung berujar rumah itu roboh pada pukul 05.30 WIB dan runtuhannya menyebabkan aliran Kali Baru terbendung. Bendungan di Kali Baru menyebabkan air sungai merendam empat rukun tetangga di Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

    Rumah tersebut terletak di Jalan AMD RT 09 RW 01, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Sedangkan daerah yang digenangi berada di RT 01, 03, 06, dan 011 yang semuanya berada di wilayah RW 02. Anton berujar tak ada korban jiwa akibat kejadian itu. "Tak ada koban jiwa, rumahnya belum ditempati," kata dia.

    Warga yang rumahnya terendam, kata Agung, sempat kaget lantaran daerah itu bukan daerah banjir. Saat ini, ia menjelaskan, genangan setinggi 20 sentimeter itu telah surut karena warga, relawan dari Bantuan Darurat, dan petugas Pemadam Kebakaran Lebak Bulus bekerja sama mengangkat beton yang menghambat aliran sungai. "Sampai saat ini kira-kira sudah 90 persen selesai proses pengangkatannya," ujar Agung.

    LINDA HAIRANI

    Berita terkait
    Banjir Jakarta, Sudah 10.530 Warga Mengungsi
    Banjir, Dua Koridor TransJakarta Tak Beroperasi
    Stasiun Tanah Abang Terendam 8 cm
    Titik-titik Banjir Pagi Ini, 19 Januari 2014


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.