Tangerang Minta Sodetan Sungai Cisadane Diurungkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jembatan Satria penghubung utaman kota Tangerang dengan Kabupaten Tangerang terlihat dari udara yang membentang di atas Sungai Cisadane, Tangerang (28/5).  TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Jembatan Satria penghubung utaman kota Tangerang dengan Kabupaten Tangerang terlihat dari udara yang membentang di atas Sungai Cisadane, Tangerang (28/5). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO , Tangerang - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnaen meminta agar pemerintah pusat dan Pemerintah DKI Jakarta meninjau kembali rencana sodetan Ciliwung-Cisadane. Sebab, kata dia, sodetan yang akan dibuat di hulu Sungai Ciliwung, Bogor, Jawa Barat dan sungai Cisadane Tangerang, Banten itu tidak akan menyelesaikan banjir di Jakarta dan banjir di Tangerang. "Akan semakin parah," kata Zaki, kepada Tempo, Ahad 19 Januari 2014.


    Zaki menganalogikan Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane saat ini ibarat dua cawan besar yang sama-sama sudah penuh terisi air. "Kalau ditambah air lagi, pasti akan luber dan meluap," katanya. Untuk itu, kata dia, sodetan bukan solusi menyelesaikan permasalahan tersebut.


    Proyek sodetan Ciliwung-Cisadane yang sempat ramai didengungkan pada tahun 2000. Kini kembali ‘dilemparkan’ oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Jokowi mendorong kembali pelaksanaan rencana pembangunan sodetan Katulampa di Bogor, Jawa Barat, menuju Sungai Cisadane di Tangerang, Banten.


    Menurut Jokowi, sodetan tersebut bisa mengurangi beban air dari Katulampa ke Kali Ciliwung, Jakarta. "Akan saya bicarakan lagi rencana lama ini dengan Kementerian Pekerjaan Umum," kata Joko Widodo di Jakarta, Rabu, 15 Januari 2014.


    JONIANSYAH


    Berita terkait
    Banjir Jakarta, Sudah 10.530 Warga Mengungsi
    Banjir, Dua Koridor TransJakarta Tak Beroperasi
    Stasiun Tanah Abang Terendam 8 cm
    Titik-titik Banjir Pagi Ini, 19 Januari 2014




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.