Hercules Sibuk, Modifikasi Cuaca Kurang Efektif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pilot menerbangkan pesawat Hercules dalam operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Senin (28/1). Operasi TMC yang dilakukan sejak Sabtu (26/1) ini, bertujuan untuk mendistribusikan dan mengurangi curah hujan di Jakarta. TEMPO/Seto Wardhana

    Pilot menerbangkan pesawat Hercules dalam operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Senin (28/1). Operasi TMC yang dilakukan sejak Sabtu (26/1) ini, bertujuan untuk mendistribusikan dan mengurangi curah hujan di Jakarta. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO , Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Cuaca (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan teknologi modifikasi cuaca pada dasarnya sudah berhasil menekan tingkat curah hujan yang turun di wilayah Jakarta. "Dalam beberapa hari kemarin, seharusnya curah hujan di Jakarta lebih dari 200 milimeter per hari, tapi sejak modifikasi cuaca dilakukan, tercatat curah hujan ada pada kisaran 174 mm per hari," dia menjelaskan kepada Tempo, Minggu, 19 Januari 2014.

    Jika dilihat dari penurunan tingkat curah hujan itu, Sutopo menambahkan, maka dapat dikatakan teknologi modifikasi cuaca dengan cara menebarkan sodium klorida (NaCl) alias garam dapur di langit cukup berhasil. "Masalahnya intensitas penebaran garam itu kurang banyak, jadi tingkat curah hujan hanya menurun sedikit dan hujan masih tetap turun terus-menerus di Jakarta." Menurutnya, kondisi cuaca di Indonesia dalam beberapa pekan ke depan memang tergolong ke dalam cuaca ekstrim dengan tingkat curah hujan sangat tinggi.

    Permasalahan kurangnya intensitas penebaran garam untuk memindahkan awan hujan ke wilayah yang lebih aman, agar Jakarta tidak seharian diguyur hujan itu disebabkan jumlah pesawat terbatas. "Waktu awal 2013, kami pakai 3 pesawat, terdiri dari 2 Hercules dan 1 CASA, namun sekarang kami hanya pakai 1 pesawat Hercules."

    Kurangnya jumlah pesawat tersebut akibat jadwal pemakaian armada Hercules milik TNI sangatlah padat. "Kan ada bencana banjir juga di Manado, sudah 2 Hercules dikirim ke sana, tinggal sisa 1 untuk Jakarta," ujar Sutopo. "Herculesnya diprioritaskan untuk membantu daerah lain." Tak hanya itu, dia menuturkan, pihak TNI sang pemilik burung besi raksasa itu komplain karena akibat dipakai memodifikasi cuaca, sang Hercules diserang karat. "Bahan NaCl kan sangat halus, jadi walau setiap hari pesawat dicuci, ada saja yang tertinggal di sela-sela sayap dan badan pesawat, pas dibuka karatan."



    PRAGA UTAMA


    Berita terkait
    Banjir Jakarta, Sudah 10.530 Warga Mengungsi
    Banjir, Dua Koridor TransJakarta Tak Beroperasi
    Stasiun Tanah Abang Terendam 8 cm
    Titik-titik Banjir Pagi Ini, 19 Januari 2014


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.