Pesawat CASA Batal Modifikasi Cuaca, Ini Alasannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menabur bubuk NaCl melalui pesawat hercules dalam operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Senin (28/1). Operasi TMC ini dapat mengurangi curah hujan jakarta hingga 30 persen. TEMPO/Seto Wardhana

    Pekerja menabur bubuk NaCl melalui pesawat hercules dalam operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Senin (28/1). Operasi TMC ini dapat mengurangi curah hujan jakarta hingga 30 persen. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO , Jakarta: Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Cuaca (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan teknologi modifikasi cuaca pada dasarnya sudah berhasil menekan tingkat curah hujan yang turun di wilayah Jakarta.


    "Dalam beberapa hari kemarin, seharusnya curah hujan di Jakarta lebih dari 200 milimeter per hari, tapi sejak modifikasi cuaca dilakukan, tercatat curah hujan ada pada kisaran 174 mm per hari," dia menjelaskan kepada Tempo, Minggu, 19 Januari 2014.


    Permasalahan kurangnya intensitas penebaran garam untuk memindahkan awan hujan ke wilayah yang lebih aman, agar Jakarta tidak seharian diguyur hujan itu disebabkan jumlah pesawat terbatas. "Waktu awal 2013, kami pakai 3 pesawat, terdiri dari 2 Hercules dan 1 CASA, namun sekarang kami hanya pakai 1 pesawat Hercules."


    Seharusnya jika Hercules sedang sibuk, maka BNPB punya armada cadangan, yakni 2 pesawat CASA milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi yang biasa dipakai untuk menggiring awan agar menjauh dari Jakarta. "Masalahnya lagi, 2 CASA ini kemarin baru habis masa asuransinya, jadi BPPT tidak akan menerbangkan pesawatnya sampai ada asuransi lagi."


    Tapi, kata dia, diperkirakan hari ini, Senin, 20 Januari 2014, 1 armada CASA milik BPPT akan stand by di pangkalan udara Halim Perdana Kusumah, membantu Hercules yang ada untuk menggiring awan.


    "Mudah-mudahan setelah ada armada tambahan pesawat,  intensitas penerbangan untuk memodifikasi cuaca akan bertambah," ujar Sutopo. Dengan begitu tingkat curah hujan pun diprediksi akan kembali menurun, dan kekhawatiran warga Jakarta akan datangnya banjir besar seperti tahun lalu bisa sedikit berkurang.


    PRAGA UTAMA Berita terkait
    Banjir Jakarta, Sudah 10.530 Warga Mengungsi
    Banjir, Dua Koridor TransJakarta Tak Beroperasi
    Stasiun Tanah Abang Terendam 8 cm
    Titik-titik Banjir Pagi Ini, 19 Januari 2014


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.