Semua Jalur Commuter Line Hari ini Bisa Dilalui  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta Commuter line melintasi rel yang terendam air di sekitar Stasiun Tanah Abang, Jakarta, (18/1). ANTARA/Reno Esnir

    Kereta Commuter line melintasi rel yang terendam air di sekitar Stasiun Tanah Abang, Jakarta, (18/1). ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional I, Agus Komaruddin mengatakan, hari ini, Senin, 20 Januari 2014, semua jalur kereta commuter line Jabodetabek sudah bisa dilalui. Genangan air akibat banjir di beberapa titik sudah mulai surut.

    Agus mengatakan, setidaknya kemarin ada beberapa titik yang terendam banjir sehingga tak bisa dilalui rangkaian commuter line. "Beberapa yang terganggu kemarin seperti jalur Jakarta Kota -Bogor, Jakarta - Kota Bekasi, serta Tanah Abang - Serpong, hari ini semua sudah normal," kata Agus saat dihubungi, Senin, 20 Januari 2014.

    Walaupun sudah normal, Agus mengatakan bahwa depo kereta api di Stasiun Bukit Duri yang sebelumya tergenang banjir setinggi 80 sentimeter masih belum bisa digunakan. Akibatnya beberapa rangkaian kereta tak bisa diparkir di sana. Sebagai pengganti, rangkaian kereta diparkir di beberapa stasiun antara lain Jakarta Kota, Pasar Minggu dan Bekasi masing-masing dua rangkaian, tiga rangkaian di Manggarai, serta satu rangkaian di Depok.

    Untuk sementara beberapa kereta itu masih akan diparkir di beberapa stasiun tersebut hingga genangan bisa diatasi. "Itu sebagai antisipasi saja, apalagi hujan masih terus turun, kami khawatir kalau diparkir di depo Bukit Duri ada banjir kiriman," katanya. 

    FAIZ NASHRILLAH 
    Berita Terkait:
    Banjir Jakarta, Sudah 10.530 Warga Mengungsi
    Banjir, Dua Koridor TransJakarta Tak Beroperasi
    Stasiun Tanah Abang Terendam 8 cm
    Titik-titik Banjir Pagi Ini, 19 Januari 2014

    Kunjungi Blog Indonesiana Tempo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.