Air Surut, Pengungsi Waduk Pluit Mulai Kembali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membawa barang bantuan melintas di genangan banjir di Jalan Raya Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (24/1). ANTARA/Yudhi Mahatma

    Warga membawa barang bantuan melintas di genangan banjir di Jalan Raya Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (24/1). ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator pengungsian di kawasan Waduk Pluit, Roni Ibrahim, mengatakan bahwa surutnya air telah membuat sebagian besar warga yang mengungsi kembali ke rumahnya masing-masing. "Sudah banyak yang kembali ke rumah," kata dia kepada Tempo Senin, 20 Januari 2014.,

    Sebelumnya, warga yang mengungsi sempat berjumlah 660 orang. Pengungsi berasal dari warga RW 05 Kelurahan Pluit dan RW 17 Kelurahan Penjaringan. Permukiman mereka terendam hingga ketinggian 120 sentimeter. Warga pun menempati lokasi pengungsian yang berada di dekat Kepolisian Subsektor Pluit Timur di sisi utara waduk.

    Menurut Roni, saat ini pengungsi yang tersisa di posko sekitar 150 jiwa. "Susah juga ratusan orang di satu tenda," katanya. Di lokasi pengungsian tersebut memang hanya tersedia satu tenda. Itu pun, kata Roni, mirip tenda hajatan. Sampai saat ini, belum ada bantuan tenda yang diharapkan warga. "Warga memilih kembali ke rumah," kata dia.

    Sementara itu, menurut operator rumah pompa Waduk Pluit, Joko, ketinggian air di waduk sudah menurun. "Sekarang sudah kurang lebih 100 sentimeter," kata dia. Sebelumnya, ketinggian air di waduk sempat mencapai sekitar 150 sentimeter. Di beberapa titik permukiman warga, ketinggian air masih ada yang setinggi pinggang orang dewasa.

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.