Bekasi Tetapkan Status KLB Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga melintasi banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah, Jatiasih, Bekasi(18/4). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah warga melintasi banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah, Jatiasih, Bekasi(18/4). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) banjir mulai hari ini, Senin, 20 Januari, hingga 12 Februari 2014. Status KLB ditetapkan setelah banyaknya jumlah korban mengungsi mencapai 7.149 jiwa atau 2.860 kepala keluarga.

    "Mulai hari ini, musibah banjir menjadi kondisi luar biasa bagi pemerintah dan warga Kota Bekasi," kata Rahmat Effendi seusai memimpin rapat koordinasi dengan seluruh Kepala Satuan Perangkat Daerah (SKPD) Kota Bekasi, Senin pagi ini.

    Rahmat menjelaskan, semua korban masih berada di pengungsian sebab banjir diperkirakan masih berlangsung, mengingat hujan masih mengguyur kawasan itu. Untuk membantu para korban, Pemerintah Kota Bekasi menyediakan dana sebesar Rp 4 miliar guna pencegahan dini terhadap penyakit. Seperti membantu pengadaan obat, perawatan sakit kulit, batuk, diare, dan pengadaan selimut. Adapun anggaran untuk status KLB, kata Rahmat, nominalnya masih akan dibicarakan dengan Dewan Kota Bekasi.

    Menurut Rahmat, penanggulangan banjir dengan membangun folder di aliran gendong Kali Bekasi atau anak-anak Kali Bekasi. Pemerintah daerah akan konsentrasi mengurangi genangan air yang mencapai 41 lokasi. Seperti di Perumahan IKIP Pondokgede, akan segera dibangun tandon air seluas 1,8 hektare.

    Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Dadang Hidayat, menjelaskan banjir menyebabkan sejumlah perumahan nyaris tenggelam karena adanya penyempitan badan sungai. Seperti Kali Cakung Grand dan Kali Sunter, yang tepian kalinya dibangun rumah atau bangunan semipermanen lainnya. "Ini juga karena perilaku manusia. Sebaiknya luas sungai itu dikembalikan ke luas semula," katanya.

    Upaya lain Pemerintah Kota Bekasi adalah membangun sumur imbuhan. Teknis sumur tersebut dibuat dengan cara dibor hingga kedalaman sekitar 200 meter, yang diharapkan dapat menyedot air dengan cepat. "Butuh sekitar 25 sumur imbuhan di Kota Bekasi," kata dia. (Baca: Banjir, 164 Gardu PLN di Bekasi Mati)

    HAMLUDDIN

    Berita Lainnya:
    Banjir, Tol Menuju Bandara Soekarno-Hatta Terendam  
    Percakapan Akil Mochtar Soal Pembagian Suap
    Lagi, Tiga TKI Tewas Ditembak di Malaysia  
    SBY Merasa Dikhianati Tony Abbot Soal Penyadapan  
    Cegah Banjir, Pompa Waduk Pluit Digenjot Tiap 15 Menit  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.