Tentara Siap Bantu Jokowi Bangun Rusun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KSAD Jenderal TNI Moeldoko (kiri) membantu memakaikan pelampung kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebelum menyusuri Sungai Ciliwung untuk melakukan pembersihan sungai Ciliwung dikawasan Kalibata, Jakarta, (14/8). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    KSAD Jenderal TNI Moeldoko (kiri) membantu memakaikan pelampung kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebelum menyusuri Sungai Ciliwung untuk melakukan pembersihan sungai Ciliwung dikawasan Kalibata, Jakarta, (14/8). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman mengatakan siap membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun rumah susun untuk korban banjir. Menurut dia, anggaran akan lebih murah bila menggunakan personel tenaga angkatan darat. "Pada dasarnya, kami siap bila dimintai bantuan," ujar Budiman ketika ditemui seusai teleconference dengan sejumlah panglima militer daerah, Senin, 20 Januari 2014.

    Budiman menuturkan, personel TNI sudah mampu membuat rumah susun sekelas apartemen dengan anggaran Rp 3,5 juta per meter. Rumah susun yang mampu dibangun TNI, ujar dia, sudah cukup bagus dengan elevator di dalamnya.

    Untuk menangani banjir dan lonsor di seluruh Indonesia, kata Budiman, diperlukan kerja sama seluruh pihak. Tak hanya pemerintah daerah, ujar dia, tapi juga Tentara Nasional Indonesia, terutama Angkatan Darat. Menurut dia, aspek pencegahan harus diutamakan, misalnya normalisasi kali dan penanaman pohon atau hutan.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berencana membangun rumah susun sewa di sentra kaki lima. Konsepnya, ujar Jokowi, di bagian bawah rumah susun, akan tersedia area bagi para pedagang untuk tetap berjualan. Nantinya, di lahan seluas 1,7 hektare itu, akan dibangun dua tower rumah susun setinggi 16 lantai. Pembangunannya akan segera dimulai begitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah disahkan.

    Jokowi menjelaskan, untuk menangani banjir di Jakarta, pemerintah akan terus menggenjot program normalisasi sungai. Normalisasi juga terkendala oleh pembebasan lahan. Untuk itu, sebelum melakukan normalisasi, pihaknya berencana terlebih dahulu merelokasi warga bantaran kali ke Rusunawa.

    SUNDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.