Soal Banjir, Tangerang Tantang Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi (topi merah) meninjau lokasi banjir dengan menaiki gerobak di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, pada 17 Januari 2013. TEMPO/Tony Hartawan

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi (topi merah) meninjau lokasi banjir dengan menaiki gerobak di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, pada 17 Januari 2013. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Tangerang - Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnaen, menantang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk segera mewujudkan program penanganan banjir yang melibatkan wilayah penyangga Ibu Kota, seperti Tangerang. "Kami menunggu, sampai sekarang belum ada undangan atau keinginan Pak Jokowi untuk berkoordinasi membahas masalah ini," katanya kepada Tempo, Selasa, 21 Januari 2014.

    Padahal, kata Zaki, sebagai daerah mitra Jakarta, Tangerang ingin saling berkoordinasi mengenai masalah masalah yang terjadi di kawasan Jabodetabek selama ini. "Tapi belum pernah terwujud secara konkret, hanya sebatas seremonial saja," katanya.

    Zaki menilai Pemda DKI tidak serius melibatkan wilayah penyangga dalam penanggulangan banjir. Ia mencontohkan seperti musim hujan saat ini dimana banjir mengepung Tangerang dan Jakarta.

    "Musim hujan sudah rutin terjadi setiap tahunnya, beberapa bulan yang lalu pada kemana, tidak ada pembicaraan, tidak ada persiapan program penanganan banjir, tidak ada ribut ribut banjir seperti sekarang ini," kata Zaki.

    Wali Kota Tangerang Arief Rachardino Wismansyah mengeluhkan hal yang sama sulitnya berkoordinasi dengan Jakarta terkait penanganan banjir." Sampai sekarang keinginan kami untuk bertemu dan koordinasi belum direspon," kata Arief.

    Menurut dia, banjir di Kota Tangerang sangat terkait dengan banjir Jakarta, yaitu aliran dan saluran air yang meluap menyebabkan banjir di wilayah wilayah perbatasan, seperti Ciledug, Benda, Batu Ceper dan Karang Tengah. "Apalagi sekarang banjir dimana-mana, urgent sekali untuk dilakukan koordinasi," katanya.

    JONIANSYAH

    Berita terpopuler
    SBY Sakit Hati Tak Jadi Wapres Mega
    Curhat SBY Soal Hubungannya dengan Mega
    7 Ekspresi Sewot Ani SBY di Instagram
    Istilah Akil Soal Suap: Emas 3 Ton dan Uang Kecil
    Akil Dituding Bermain di Sengketa Pilkada Bali
    Nilai Aset Akil yang Disita Capai Rp 200 Miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.