Kodam Jaya Sediakan 39 Truk untuk Angkut Pengungsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komando Daerah Militer Jaya menggelar latihan penanggulangan bencana banjir di lapangan Makodam Jaya, Jakarta, Selasa (6/1). Latihan melibatkan puluhan personel dari TNI, Polri dan masyarakat sipil. Tempo/Tony Hartawan

    Komando Daerah Militer Jaya menggelar latihan penanggulangan bencana banjir di lapangan Makodam Jaya, Jakarta, Selasa (6/1). Latihan melibatkan puluhan personel dari TNI, Polri dan masyarakat sipil. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Komando Daerah Militer Jaya (Kodam Jaya) Mayor Jenderal Erwin Hudawi Lubis menyatakan pihaknya telah menyiapkan 39 truk untuk proses evakuasi para pengungsi. "Ada 39 truk untuk mengangkut warga," ujar dia di Markas Kodam Jaya, Cawang, Jakarta Timur.

    Selain untuk mengangkut warga, ia melanjutkan, truk tersebut digunakan juga untuk membawa sejumlah logistik yang diperlukan para pengungsi. "Tentunya, kami pakai truk dengan roda yang tinggi," ucapnya, Senin, 20 Januari 2014.

    Tak hanya truk, ia berujar kembali, sejumlah dapur lapangan pun disediakan di setiap Kodim. "Jumlahnya tergantung kebutuhan. Di wilayah kami sendiri ada sembilan Kodim." 

    Ia mengatakan, pihaknya siap membantu korban banjir sampai tuntas. "Setelah banjir pun kami akan bantu masyarakat. Biasanya setelah banjir lumpur mulai terlihat." 

    Untuk masalah lumpur ini atau pasca-banjir, menurut dia, mesti ada koordinasi dengan pemerintah daerah dahulu. "Kami akan lakukan koordinasi dahulu dengan pemerintah daerah," katanya. 

    ERWAN HERMAWAN

    Berita terpopuler
     SBY Sakit Hati Tak Jadi Wapres Mega
    Curhat SBY Soal Hubungannya dengan Mega
    7 Ekspresi Sewot Ani SBY di Instagram
    Istilah Akil Soal Suap: Emas 3 Ton dan Uang Kecil
    Akil Dituding Bermain di Sengketa Pilkada Bali
    Nilai Aset Akil yang Disita Capai Rp 200 Miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.