Banjir, Warga Rawa Indah Mengungsi ke Apartemen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mobil mencoba menerobos genangan banjir di jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta, (17/1). Hujan yang mengguyur Ibukota sejak malam hingga pagi membuat kawasan tersebut tergenang hingga 30 Cm. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah mobil mencoba menerobos genangan banjir di jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta, (17/1). Hujan yang mengguyur Ibukota sejak malam hingga pagi membuat kawasan tersebut tergenang hingga 30 Cm. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 1.116 warga Kampung Rawa Indah mengungsi di Kompleks Apartemen Gading Nias Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ketinggian air di kawasan mereka pada kemarin mencapai 1 meter.

    Koordinator Pengungsian di Apartemen Gading Nias Yusran mengatakan, pengungsi mulai masuk pada Jumat, 18 Januari 2014 lalu. "Semua warga Kampung Rawa Indah mengungsi ke sini," kata dia kepada Tempo, Senin, 20 Januari 2014. Saat ini, kata dia, ketinggian air sudah surut karena kemarin tak hujan.

    Lokasi pengungsian berada di Komplek Apartemen Gading Nias, Kelapa Gading, tepatnya di Ruko Grand Emerald Blok LG. Menurut Yusran, kebutuhan pengungsi di lokasi ini sudah cukup terpenuhi. "Makanan dan kebutuhan MCK sudah bisa dipenuhi," kata dia. Namun, anak-anak di pengungsian membutuhkan buku-buku untuk belajar. "Yang kurang buku-buku untuk anak," kata dia. Tercatat ada 230 anak-anak yang saat ini tinggal di pengungsian dan tak bisa bersekolah.

    Salah satu pengungsi, Royanah, 34 tahun, mengatakan cukup nyaman tinggal di pengungsian ini selama dua hari. "Namun, anak-anak tidak betah," kata dia. Penyebabnya karena anak-anak sulit bermain dan tak bisa ke sekolah. Dia mengharapkan air yang merendam rumahnya cepat surut agar segera bisa kembali. "Mudah-mudahan tidak hujan lagi," kata dia. Menurut dia, kawasannya memang jadi langganan banjir setiap tahun.

    Musibah banjir yang menerjang banjir kawasan ini terjadi pada Jumat, 17 Januari 2014 lalu. Ketinggian air mencapai setinggi leher orang dewasa. Menurut Yusran, air tersebut berasal dari luapan Kali Rawa Indah yang ada di dekat pemukiman warga.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita terpopuler
    SBY Sakit Hati Tak Jadi Wapres Mega
    Curhat SBY Soal Hubungannya dengan Mega
    7 Ekspresi Sewot Ani SBY di Instagram
    Istilah Akil Soal Suap: Emas 3 Ton dan Uang Kecil
    Akil Dituding Bermain di Sengketa Pilkada Bali
    Nilai Aset Akil yang Disita Capai Rp 200 Miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.