BMKG: Hujan Lebat Selasa sampai Kamis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga berhasil dievakuasi oleh tim Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 3 Kodam Jaya di pemukiman bantaran Kali Ciliwung, Jatinegara Barat, Jakarta, (18/1). Banjie di kawasan tersebut mencapai 4 meter. TEMPO/Subekti

    Sejumlah warga berhasil dievakuasi oleh tim Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 3 Kodam Jaya di pemukiman bantaran Kali Ciliwung, Jatinegara Barat, Jakarta, (18/1). Banjie di kawasan tersebut mencapai 4 meter. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG, Achmad Zakir, mengatakan Jakarta akan diguyur hujan lebat pada Selasa, 21 Januari 2013. "Selasa sampai Kamis akan hujan lebat, tapi persebarannya tidak merata," kata Zakir saat dihubungi Tempo, Minggu, 19 Januari 2014.

    Menurut Zakir, hujan tersebut akan terjadi malam hari. Namun, dia enggan mengatakan bahwa hujan yang terjadi Selasa malam itu sebagai puncak musim hujan. "Sampai saat ini tidak ada satu pun metode yang jitu untuk memprediksi puncak musim hujan," kata Zakir.

    Sebelumnya, Kepala Laboratorium Meteorologi Terapan ITB, Armi Susandi, memprediksi puncak musim hujan di Jakarta akan terjadi Selasa malam, 21 Januari 2014. "Selasa malam sampai Rabu dinihari curah hujan Jakarta akan sangat tinggi," kata Armi saat dihubungi Tempo, Minggu, 19 Januari 2014. Selain curah hujan yang tinggi di Jakarta, kiriman air dari Bogor juga patut diwaspadai warga yang bermukim di daerah bantaran kali.

    Menanggapi prediksi tersebut, Zakir mengaku tidak mau berpolemik. Dia mengatakan, sebagai lembaga yang menyediakan informasi terkait cuaca, BMKG telah memberikan informasi secara resmi kepada Presiden maupun instansi-instansi yang berkepentingan. "Informasi resminya adalah Selasa sampai Kamis akan hujan lebat, tapi persebarannya tidak merata," kata Zakir mengulangi pernyataannya.

    Dia menjelaskan, proses pembuatan prakiraan cuaca tidak lepas dari perkembangan dinamika atmosfer yang akan terjadi di daerah prakiraan. Salah satu faktor terpenting pada pola cuaca di Indonesia adalah pergerakan angin. Dari prediksi pola angin pada Sabtu, 18 Januari 2014, pukul 19.00 WIB, terlihat adanya pertemuan massa udara dari Laut Cina Selatan dan Samudra Hindia atau ITCZ (Inter Tropical Convergence Zones).

    Pertemuan itu memanjang dari Lampung bagian barat hingga Jawa, dan masih cukup kuat mempengaruhi kondisi cuaca di Jakarta. Wilayah Jakarta masih berpotensi diguyur hujan lebat hingga dua hari ke depan (19-20 Januari). "Hujan lebat akan terjadi antara malam hingga menjelang pagi hari mengikuti pola hujan di musim penghujan. Konsentrasi hujan lebat ada di beberapa wilayah Jakarta Utara, Barat, Timur, dan Selatan, serta daerah penyangga Jakarta, yakni Depok dan Bogor," kata dia Zakir.

    AMIRULLAH

    Berita terpopuler
    SBY Sakit Hati Tak Jadi Wapres Mega
    Curhat SBY Soal Hubungannya dengan Mega
    7 Ekspresi Sewot Ani SBY di Instagram
    Istilah Akil Soal Suap: Emas 3 Ton dan Uang Kecil
    Akil Dituding Bermain di Sengketa Pilkada Bali
    Nilai Aset Akil yang Disita Capai Rp 200 Miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.