Perbaikan Jalan Simatupang Hingga 5 Februari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian berdiri dekat alat berat di lokasi perbaikan Jembatan Kalibata Pulo di Jalan TB Simatupang, Jakarta (17/1).  Proses perbaikan jembatan Kalibata Pulo ini diperkirakan akan berjalan beberapa hari. Kurangnya sosialisasi menyebabkan terjadi kemacetan di sekitar lokasi. TEMPO/Subekti

    Petugas kepolisian berdiri dekat alat berat di lokasi perbaikan Jembatan Kalibata Pulo di Jalan TB Simatupang, Jakarta (17/1). Proses perbaikan jembatan Kalibata Pulo ini diperkirakan akan berjalan beberapa hari. Kurangnya sosialisasi menyebabkan terjadi kemacetan di sekitar lokasi. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Perbaikan jalan amblas di Jalan TB Simatupang masih berlangsung meski hujan mengguyur deras, Selasa ini, 21 Januari 2014. Mesin pengebor masih menderu memasang rangka beton pembangunan jembatan baru sepanjang 15 meter di kawasan tersebut.

    Dari papan proyek yang tertera, pembangunan jembatan setinggi satu meter ini akan berlangsung 20 hari. Pembangunan dimulai sejak 17 Januari, pekan lalu. Anggaran waktu 20 hari itu akan digunakan untuk persiapan dan mobilisasi (tiga hari), pembuatan pondasi (dua hari), pembuatan pile cap (lima hari), erection volded slab (satu hari), timbunan agregat (satu hari), pengaspalan (tiga hari), dan perampungan serta pemasangan aksesoris (delapan hari). Diprediksi, jembatan baru bisa digunakan pada 5 Februari 2014.

    "Kami kerjakan 24 jam, kalau hujan deras baru berhenti," ujar mandor proyek, Lukman, ketika ditemui Tempo di lokasi, Selasa, 21 Januari 2014. Malam sebelumnya, ia menjelaskan bahwa pembangunan jembatan dilakukan mengganti rencana sebelumnya, membangun kembali jalan amblas di Simatupang.

    "Jadi, nanti dibuat jembatan setinggi 1 meter. Jadi, enggak dibuat jalan, gorong-gorong lama dicabut, tapi boksnya tidak dipasang lagi," ujarnya. Boks yang dimaksud adalah gelondong beton berdiameter sekitar 4 meter yang tadinya direncanakan sebagai rangka jalan sekaligus gorong-gorong. Namun, Kementerian Pekerjaan Umum memutuskan air dibiarkan mengalir sesuai debitnya tanpa dialirkan melalui gorong-gorong.

    Meski hujan mengalir deras sejak pagi tadi, pencabutan gorong-gorong terbukti ampuh mengatasi banjir di kawasan sekitar. Air tak lagi melimpas ke jalan. Hal itu yang diduga menyebabkan banjir setinggi hampir 70 sentimeter di daerah tersebut pekan lalu. Debit air tak mengalir lancar dalam gorong-gorong sehingga menggenang dan mengeroposkan jalan.

    "Jadi tanpa gorong-gorong, air mengalir sesuai arusnya," ujar ia. Akhirnya, lima buah gorong-gorong baru itu dibiarkan mangkrak di tepi Jalan Simatupang.

    M. ANDI PERDANA

    Berita Terpopuler
    Ahok: Gimana Enggak Banjir Kalau Tanggul Dibolongi?
    7 Ekspresi Sewot Ani SBY di Instagram
    Jokowi Rembuk Banjir di Katulampa, Ini Hasilnya
    Seberapa Kaya Sutan Bhatoegana?
    Geram Ahok Soal Molornya APBD DKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.