PU: Sodetan Ciliwung-Cisadane Bukan Alihkan Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran dan warga mengangkat puing dinding rumah yang roboh dikawasan Lenteng Agung, Jakarta (19/1). Sebuah rumah di RT 09 RW01 tersebut roboh akibat tanah longsor yang terkikis derasnya arus air sodetan kali Ciliwung dan tidak mengakibatkan korban jiwa. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas pemadam kebakaran dan warga mengangkat puing dinding rumah yang roboh dikawasan Lenteng Agung, Jakarta (19/1). Sebuah rumah di RT 09 RW01 tersebut roboh akibat tanah longsor yang terkikis derasnya arus air sodetan kali Ciliwung dan tidak mengakibatkan korban jiwa. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta:Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementrian Pekerjaan Umum, Danis H. Sumadilaga, mengatakan pembangunan sodetan Kali Ciliwung dan Cisadane bukan bertujuan untuk mengalihkan banjir dari Jakarta ke Tangerang. Proyek ini dimaksudkan untuk memberikan keseimbangan debit air di dua tempat.

    Terkait dengan penolakan pemerintah Kabupaten Tangerang dalam pembangunan sodetan ini, Danis yakin akan ada solusinya. "Kami masih memerlukan waktu untuk mengadalan diskusi dan sosialisasi dengan pihak terkait, Kementrian PU tidak bisa menangani banjir secara wilayah admisnistrasi, harus secara komprehensif, tanpa ada lihat batas wilayah administrasi," ujar Danis ketika ditemui di Kantor Kementrian Pekerjaan Umum, Selasa, 21 Januari 2014.

    Danis mengatakan kekawatiran Pemerintab Kabupaten Tangerang bahwa pembangunan sodetan itu akan mengalihkan limpahan banjir dari Ciliwung ke Cisadane, menurutnya harus diluruskan. Sebenernya proses pengalihan debit air dari kedua sungai tersebut harus melalui simulasi.

    "Bagaimana pola pergerakan debit air yang terjadi, kalau ketinggian air tertentu dialirkan, tidak mungkin lah kami begitu saja mengalihkan banjir ke suatu tempat tanpa ada perhitungan teknis dan sosial," ujar Danis.

    Kepala Wilayah Sungai Besar Ciliwung-Cisadane, T. Iskandar, mengatakan jalur proyek sodetan Ciliwung-Cisadane dimulai dari Kelurahan Ranggamekar, Katulampa, sampai Kelurahan Sukasari, Cisadane. "Nantinya akan dibangun deep tunnel, terowongan dengan panjang kira-kira 1 kilometer," kata dia kemarin. Dia menambahkan, desain sodetan dibuat pada 2007, dan sampai saat ini belum ada perubahan.

    Berdasarkan kajian sementara Balai Besar Ciliwung Cisadane, jika Ciliwung dan Cisadane disodet, debit Ciliwung-Katulampa berubah dari 780 meter kubik per detik menjadi 490 meter kubik per detik. Sedangkan Cisadane-Empang meningkat dari 810 meter kubik per detik menjadi 970 meter kubik per detik.

    GALVAN YUDISTIRA


    Topik terhangat:
    Banjir Jakarta  | Buku SBY vs Anas | Banjir Bandang Manado | BBM Akil Mochtar | Anas Ditahan


    Berita Terpopuler
    Ahok: Gimana Enggak Banjir Kalau Tanggul Dibolongi? 
    7 Ekspresi Sewot Ani SBY di Instagram 
    Jokowi Rembuk Banjir di Katulampa, Ini Hasilnya 
    Seberapa Kaya Sutan Bhatoegana? 
    Geram Ahok Soal Molornya APBD DKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.