Banjir Masih Genangi Jakarta Timur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melewati genangan banjir di wilayah Matraman, Jakarta, Kamis (12/11). Hujan yang mengguyur sejak siang hari, membuat jalan-jalan di sejumlah wilayah Jakarta tergenang. TEMPO/Subekti

    Sejumlah kendaraan melewati genangan banjir di wilayah Matraman, Jakarta, Kamis (12/11). Hujan yang mengguyur sejak siang hari, membuat jalan-jalan di sejumlah wilayah Jakarta tergenang. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir belum kunjung surut di beberapa titik Jakarta hari ini, Rabu, 22 Januari 2014. Badan jalan terendam dan tak bisa dilalui kendaraan. Berdasarkan pantauan Traffic Management Center Kepolisian Daerah Metro Jaya, berikut titik banjir yang harus diwaspadai : 

    1. Di Kawasan Jatinegara Barat, banjir masih menggenang antara 70 sentimeter hingga 1 meter.

    2. Hingga dini hari, banjir di Kampung Melayu, tepatnya di depan Gudang Peluru, menyebabkan jalan sementara tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor.
    3. Banjir di Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), Jakarta Timur juga masih tergenang.
    4. Di kawasan Jalan Industri Jakarta Pusat banjir setinggi 40 sentimeter, namun masih bisa dilintasi kendaraan bermotor.
    5. Di jalan dari Kemayoran menuju Gunung Sahari, banjir setinggi 40 sentimeter.
    6. Di Matraman, banjir menggenang setinggi 20-30 sentimeter.

    Hingga saat ini ketinggian di pintu air Katulampa adalah 90 sentimeter, Depok 240 sentimeter, dan Manggarai 910 sentimeter.

    NURUL MAHMUDAH 

    Topik terhangat:
    Banjir Jakarta  | Buku SBY vs Anas | Banjir Bandang Manado | BBM Akil Mochtar | Anas Ditahan

    Berita Terpopuler:
    Ahok: Gimana Enggak Banjir Kalau Tanggul Dibolongi?  
    7 Ekspresi Sewot Ani SBY di Instagram  
    Jokowi Rembuk Banjir di Katulampa, Ini Hasilnya  
    Seberapa Kaya Sutan Bhatoegana?  
    Geram Ahok Soal Molornya APBD DKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.