Derita Warga Kampung Pulo yang Rumahnya Tenggelam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menjemur cuciannya diantara banjir yang melanda rumah mereka dikawasan Kampung Pulo, Jakarta, (6/12). Banjir dengan ketinggian hingga 1 meter lebih tersebut diakibatkan meluapnya kali ciliwung dan tidak adanya warga yang mengungsi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Warga menjemur cuciannya diantara banjir yang melanda rumah mereka dikawasan Kampung Pulo, Jakarta, (6/12). Banjir dengan ketinggian hingga 1 meter lebih tersebut diakibatkan meluapnya kali ciliwung dan tidak adanya warga yang mengungsi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Sudah hampir 10 hari, Safriani, 55 tahun, dan keluarganya tinggal di pengungsian. Rumah semipermanennya terendam banjir sejak Kali Ciliwung meluap pada Ahad pekan lalu.

    "Sudah seminggu lebih di sini," kata dia kepada Tempo, Rabu, 22 Januari 2014. Selama itu pula, ibu dari empat orang anak tersebut tidur beratapkan tenda terpal dan di atas bangku besi yang keras. "Tuh, saya tidur di sana," kata dia sambil menunjuk sebuah tenda biru di depan Sudin Kesehatan Jakarta Timur.

    Rumah Safriani terletak sangat dekat dengan bantaran Kali Ciliwung. Tepatnya di Kampung Pulo RT 08 RW 03 Kampung Melayu. Rumah yang dibangunnya dari hasil keringat menjadi TKW terendam sepenuhnya.

    "Udah enggak keliatan lagi rumah saya," kata dia. Dia memperkirakan, rumahnya pasti sudah bobrok "dimakan" air karena beberapa bagian rumahnya terbuat dari triplek. Barang-barang di rumahnya pun dipastikan terendam atau mungkin hanyut terbawa arus. "Tak tahu nanti pulang ke mana," ujar dia. Ditambah lagi, ia tak sempat menyelamatkan barang-barangnya. "Tengah malam sudah disuruh keluar."

    Akhirnya, harapan Safriani dan keluarga hanya kepada pemerintah. Dia mengharapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat memberikannya hunian yang layak dan bebas banjir. "Terserah saya mau dipindah kemana," kata dia. Dia mengaku pasrah asal pemerintah mau membantunya.

    Selama 10 hari di pengungsian, Safriani pun belum sempat menengok rumahnya. Air di lokasi rumahnya tak kunjung turun. "Rumah saya belum ditengokin, pasrah saja," kata dia.

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah mengatakan bahwa warga bantaran Kali Ciliwung, di antaranya warga Kampung Pulo, akan mulai direlokasi pada tahun ini. Bagi yang memiliki sertifikat lahan akan dibayarkan ganti rugi sesuai harga lahan. Sedangkan bagi yang tidak, pemerintah akan menyediakan rusun di Rusun Cipinang Besar Selatan.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita Terpopuler
    Media Asing Soroti Ani Yudhoyono di Instagram
    Angkat Telunjuk, Hary Tanoe Tantang Tutut
    Hanya Orang Gila Menuntut Jokowi Hilangkan Banjir
    Mengapa Ahok Keras Menjaga Waduk Pluit?
    Jokowi Kesal Pengungsi Mengemis di Jalanan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.