Pengungsi Kampung Pulo Hanya Dapat Makan Sekali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengangkut makanan dengan menggunakan perahu buatan dari kayu dan styropom yang didesain sebagai perahu untuk beraktifitas saat terjadi banjir di kawasan Kampung Pulo - Cawang, Jakarta, (21/01). Tempo/Amston Probel

    Warga mengangkut makanan dengan menggunakan perahu buatan dari kayu dan styropom yang didesain sebagai perahu untuk beraktifitas saat terjadi banjir di kawasan Kampung Pulo - Cawang, Jakarta, (21/01). Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan pengungsi Kampung Pulo memadati kantor Sudin Kesehatan Jakarta Timur. Mereka berjejal membagi tempat tinggal bersama tetangga senasib sepenanggungan. Namun, tidak sedikit yang tak tertampung dan tidur di tenda. Safriani salah satunya.

    Pengungsi warga RT 08 RW 03 Kampung Pulo ini setiap malam tidur di tenda, depan kantor Sudin Kesehatan Jakarta Timur. Sementara anaknya yang sedang hamil tua bisa tidur di ruangan di dalam kantor Sudin. "Tidak muat, kalau malam penuh sekali," kata dia kepada Tempo, Rabu, 22 Januari 2014.

    Meski demikian, Safriani menerimanya. "Daripada tak ada tempat tidur," kata dia. Lokasi ini dipilih karena pengungsian ini letaknya dekat dengan pemukimannya. "Di sini juga dekat dengan rumah," kata dia. Dia merasa lebih tenang mengungsi di tempat yang dekat dengan rumahnya daripada yang jauh. "Kalau ada apa-apa dekat," ujar dia. Meskipun, sampai saat ini dia pun belum mengecek rumahnya.

    Hal yang sama diungkapkan Abdullah, 52 tahun. Dia mengungsi di dekat sini karena tak ingin jauh-jauh dari rumahnya. "Biar bisa dicek setiap air naik," kata dia. Letak rumahnya memang tak sedalam rumah Safriani. Terkadang, saat air tak terlalu tinggi, dia bisa menginap di lantai dua rumahnya. (Baca: 4.000 Warga Kampung Pulo Masih Bertahan di Tenda )

    Sementara itu, terkait dengan kondisi di pengungsian. Safriani menuturkan, dia dan pengungsi lainnya hanya mendapat jatah satu kali makan sehari. "Biasanya pagi dapat mi instan," kata dia. Namun, tahun ini tidak. Dia dan keluarganya memang telah akrab dengan musibah banjir setiap tahunnya. "Perut jadi sering perih karena tahan lapar dari pagi," kata dia. Bagi yang masih mengantongi uang, bisa membeli makanan di sekitar pengungsian. Di malam hari, baru disediakan makan lagi.

    Menurut dia, pelayanan kesehatan di posko ini cukup memadai. Persoalan air untuk MCK pun cukup terpenuhi. "Kadang-kadang kalau malam air sudah habis dan belum datang lagi," kata dia.

    Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengusulkan agar pengungsi dipusatkan di kawasan yang sama. Hal tersebut untuk memudahkan penyaluran bantuan yang selama ini dianggap tercecer alias tak tersalur dengan baik. Pemerintah menjanjikan akan ada pengamanan yang dilakukan instansi terkait terhadap rumah warga.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita Terpopuler
    Mengapa Ahok Keras Menjaga Waduk Pluit?
    Jokowi Kesal Pengungsi Mengemis di Jalanan
    Di Ciliwung, 'Awas Pak Jokowi, Banjirnya Sedada'
    Cisadane Meluap, Tangerang Banjir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.