Pengamat: Pengesahan APBD 2014 Telat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan saat menandatangani pengesahan RAPBD DKI menjadi APBD DKI di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (28/1). TEMPO/Subekti

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan saat menandatangani pengesahan RAPBD DKI menjadi APBD DKI di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (28/1). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2014 DKI Jakarta akhirnya disahkan DPRD. Sayangnya, Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Kadafi mengatakan penetapan APBD telat.

    "Ini sangat telat, sehingga mengganggu untuk pelayanan publik," kata Uchok kepada  Tempo, Rabu 22 Januari 2014. Seharusnya, Uchok meneruskan, DPRD mengesahkan RAPBD pada Desember 2013.

    Menurut Uchok, para anggota DPRD hanya mementingkan kepentingan pribadi dan partainya. "Mereka memperebutkan bagian jatah, apalagi ini menjelang pemilu. Mereka mementingkan partai daripada rakyat," tutur Uchok.

    Usai disahkannya RAPBD 2014, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan memfokuskan kepada dua program utama, banjir dan macet. Menurut Uchok, program pria yang disapa Jokowi itu sudah tepat. "Korban banjir adalah masalah kemanusiaan. Apalagi banyak anak kecil dan lansia mengungsi," ujarnya.

    Setelah diresmikan, RAPBD yang bernilai sebesar Rp 72 triliun akan dibawa ke Kementerian Dalam Negeri untuk diteliti. Uchok berharap Menteri Gamawan Fauzi tidak terlalu lama untuk mengesahkannya. "Harus segera disahkan, karena ini mendesak," ujar Uchok.

    Kendati masih harus menunggu pengesahan dari Menteri Gamawan, Uchok menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa melakukan lelang. Karena sudah tercantum di dalam Peraturan Presiden nomor 70 tahun 2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. "Jadi dapat direalisasikan," tutur Uchok.

    SINGGIH SOARES

    Berita Lain:
    Pengacara RW Ingin Polisi Segera Periksa Sitok
    Empat Petugas Busway Cabuli Penumpang
    Tol Tangerang-Merak Terendam Banjir di KM 38

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.