Jokowi: Poster APBD Akan Segera Dipajang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubenur DKI Jakarta Jokowi duduk di bus gandeng Transjakarta yang didatangkan dari Cina di Halte Ancol, Jakarta, (22/1). Ke-30 bus baru ini akan melayani rute  PGC-Ancol dan Harmoni-Lebak Bulus. TEMPO/Dasril Roszandi

    Gubenur DKI Jakarta Jokowi duduk di bus gandeng Transjakarta yang didatangkan dari Cina di Halte Ancol, Jakarta, (22/1). Ke-30 bus baru ini akan melayani rute PGC-Ancol dan Harmoni-Lebak Bulus. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan memajang poster APBD 2014 setelah ditandatangani Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Poster itu rencananya akan dipasang di seluruh pelosok wilayah ibu kota.

    "Tetap dipasang dong. Tetapi dipasangnya setelah ada proses dari Kementerian Dalam Negeri," ujar pria yang disapa Jokowi itu setelah rapat paripurna pengesahan RAPBD 2014 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu 22 Januari 2014.

    Jokowi memperkirakan, persetujuan dari Menteri Gamawan yang memerlukan waktu satu pekan. Setelah itu, baru poster APBD 2014 dipajang. "Paling seminggu, setelah mendapat persetujuan dari menteri. Baru kita pasang, di online juga ada," ujar Jokowi.

    Adapun tujuan dari pemajangan poster itu sebagai bentuk transparasi dalam penggunaan anggaran APBD. Poster tersebut bakal dipajang di kecamatan, kelurahan, hingga ke lingkungan masyarakat. Selain itu juga akan ditampilkan di www.jakarta.go.id.

    Sementara pengasahan APBD 2014 baru ditetapkan , Rabu 22 Januari 2014. Dalam rapat paripurna, DPRD menyetujui anggaran yang diajukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 72 triliun. Sebelumnya, anggaran yang diinginkan pemprov sekitar Rp 69 triliun.

    SINGGIH SOARES

    Berita Lain:
    Pengacara RW Ingin Polisi Segera Periksa Sitok
    Empat Petugas Busway Cabuli Penumpang
    Tol Tangerang-Merak Terendam Banjir di KM 38


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.