Ahok Ancam Guru Pelaku Pungutan Liar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengancam akan memecat guru pelaku pungutan liar di sekolah. "Akan dicek Undang-Undang Aparatur Sipil Negara apakah mereka bisa dipecat," kata Basuki di kantornya, Balai Kota, Kamis, 23 Januari 2014.

    Sebelumnya, pungutan liar dilaporkan masih terjadi di sebuah sekolah menengah kejuruan di Cipayung, Jakarta Timur, dalam pengambilan Kartu Jakarta Pintar. Setiap siswa dipungut biaya sebesar Rp 50 ribu. Ini dilakukan oleh petugas Tata Usaha dengan dalih sebagai biaya administrasi.

    Menurut Basuki, pungutan yang masih terjadi di sekolah menunjukkan mentalitas yang berbahaya bagi kepala sekolah. "Kalau dibolehkan langsung pecat, ya pecat," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.

    Sanksi pemecatan itu, menurut dia, bertujuan untuk memberikan efek jera pada oknum guru yang melakukan pungutan. "Setidaknya harus turun pangkat," katanya. (Baca juga: Setahun Jokowi-Ahok, Pendidikan Banyak Masalah)

    ISMI DAMAYANTI


    Terpopuler:
    Empat Petugas Busway Cabuli Penumpang
    Tol Tangerang-Merak Terendam Banjir di KM 38
    Jokowi: Sodetan Cisadane Bukan Memindah Banjir
    Banjir dan Sodetan, Tangerang Undang Jokowi dan Ahok
    Jurus Tiga Baskom Ahok Jika Sodetan Ditolak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.