Banjir Jakarta Dipicu Sistem Drainase yang Buruk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir menganggu arus lalu lintas yang akan memasuki GerbangTol Cempaka Putih di derah Pulomas, Jakarta, Selasa (15/1). Banjir disebabkan buruknya drainase sehingga tidak dapat menampung air yang turun sejak Selasa dinihari. TEMPO/Tony Hartawan

    Banjir menganggu arus lalu lintas yang akan memasuki GerbangTol Cempaka Putih di derah Pulomas, Jakarta, Selasa (15/1). Banjir disebabkan buruknya drainase sehingga tidak dapat menampung air yang turun sejak Selasa dinihari. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir yang melanda Jakarta tidak dapat dilepaskan dari buruknya kualitas sistem drainase. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Manggas Rudi Siahaan, sebagian besar saluran drainase jalan di Jakarta kelebihan kapasitas.

    Penyebabnya karena Jakarta tidak mempunyai sistem pembuangan air limbah. "Faktanya, sebagian air rumah tangga, air cucian, mandi, dapur, dan limbah dibuang ke situ (drainase)," katanya dalam konferensi pers di kantor Dinas PU, Jatibaru, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Januari 2014.

    Saat ini, Manggas memaparkan, sistem pembuangan air limbah di Jakarta baru 3 persen, di Setiabudi dan Kuningan. Dengan demikian, Manggas melanjutkan, ketika hujan turun, air tidak dapat tertampung drainase. "Bergabung menjadi over floaded," tutur Manggas. (Baca: Vietnam Tawarkan Investasi Pengolahan Limbah Air)

    Selain belum adanya sistem pembuangan air limbah, Manggas menyebutkan, banyaknya utilitas di drainase juga menjadi penyebab saluran air itu tidak berfungsi. "Saluran banyak utilitas milik PLN, Telkom, dan PAM, sehingga luas daya tampung berkurang. Belum lagi masuk lumpur dan sampah," ujarnya.

    Apalagi, Manggas meneruskan, utilitas-utilitas tersebut ditaruh tidak sesuai dengan ketentuan kedalaman sekitar 1,3 meter. "Fakta di lapangan ada yang 60 sentimeter, bahkan 20 sentimeter," tutur Manggas. "Akan kami perbaiki sesuai dengan ketentuan yang ada."

    Manggas mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya terkait utilitas yang kedalamannya tidak sesuai ketentuan. Perusakan infrastruktur negara akan dilaporkan kepada kepolisian. "Diancam sanksi pidana," tutur Manggas.

    SINGGIH SOARES

    Berita Terpopuler
    Empat Petugas Busway Cabuli Penumpang 
    Jurus Tiga Baskom Ahok Jika Sodetan Ditolak
    Banjir dan Sodetan, Tangerang Undang Jokowi dan Ahok
    Jokowi: Sodetan Cisadane Bukan Memindah Banjir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.