Cuaca Buruk, Turis Dilarang ke Kepulauan Seribu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah perahu nelayan bersandar di Kamal Muara, Jakarta (16/1). Kondisi cuaca buruk membuat para nelayan enggan untuk melaut akibatnya pasokan ikan di Pelelangan kamal muara menjadi langkah. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Sejumlah perahu nelayan bersandar di Kamal Muara, Jakarta (16/1). Kondisi cuaca buruk membuat para nelayan enggan untuk melaut akibatnya pasokan ikan di Pelelangan kamal muara menjadi langkah. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO , Jakarta:Ketua Asosiasi Pariwisata Kepulauan Seribu,Micky memperingatkan nelayan atau penyeidia jasa wisata ke Kepulauan Seribu tak berlayar membawa turis ke kawasan Wisata di Jakarta Utara itu. Ombak yang mencapai tiga meter di perairan Laut Jawa dan Selat Karimata dalam beberapa hari terakhir membahayakan pelayaran.

    "Saya sarankan jangan ke Pulau Seribu dahulu. Kondisi tidak bersahabat, setidaknya sampai pertengahan Februari. Kalaupun masih ingin, resiko ditanggung pihak agen," kata Micky kepada Tempo, Kamis, 23 Januari 2014.

    Micky berkata, pihaknya mengeluarkan warning untuk nelayan sejak Jumat lalu. Saat itu pengunjung ke Kepulauan Seribu sudah berkurang. Saat ini, kata Micky, jumlah pengunjung ke Kepulauan Seribu sudah berkurang hingga 90 persen. Jumlah pengunjung biasanya mencapai 5.000 sepekan.

    "Omzet pun berkurang banyak. Di kondisi normal, minimal dapat Rp1,6 milyar sepekan,"ujar Micky melengkapi.

    Peringatan senada dikeluarkan oleh Kesyahbandaran Pelabuhan Sunda Kelapa. Bahkan, mereka sampai menunda pengeluaran surat izin pelayaran (SPB) bagi kapal-kapal yang hendak melewati Laut Jawa maupun Selat Karimata.

    ISTMAN MP

    Berita Terpopuler
    Benarkah Tenda SBY di Sinabung Rp 15 Miliar?

    Empat Petugas Busway Cabuli Penumpang 

    Megawati Mengaku Sering 'Nonjok' Kiemas 

    Jurus Tiga Baskom Ahok Jika Sodetan Ditolak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.