2014, Anggaran Antisipasi Banjir Naik 2 Kali Lipat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebagian Waduk Pluit yang telah dibersihkan dari rumah-rumah penduduk (16/1). Normalisasi Waduk Pluit cukup memberi dampak sehingga meskipun curah hujan tinggi, ketinggian air masih normal. TEMPO/Subekti

    Sebagian Waduk Pluit yang telah dibersihkan dari rumah-rumah penduduk (16/1). Normalisasi Waduk Pluit cukup memberi dampak sehingga meskipun curah hujan tinggi, ketinggian air masih normal. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaikkan anggaran penanganan antisipasi banjir dua kali lipat dari tahun anggaran 2013 sebesar Rp 2,1 triliun. Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2014, pos ini naik menjadi Rp 5,505 triliun.

    "Fokus utama adalah pengerukan kali dan pembangunan waduk baru," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Balai Kota pada Jumat, 24 Januari 2014. Proses pengerukan kali akan lebih mudah karena saat ini DKI sudah memiliki 26 unit ekskavator baru.

    Untuk waduk, DKI rencananya akan menambah 26 waduk baru dan memperluas waduk yang lama. Saat ini, di Jakarta sudah ada 76 buah waduk atau situ dengan luas total keseluruhan mencapai 502 hektar.

    Anggaran untuk pembangunan waduk dan perluasan sekitar Rp 698 miliar. Beberapa waduk yang akan dibangun ada di kawasan Jakarta Selatan, seperti Pesanggrahan, Cilandak, dan Jagakarsa. Kemudian di Jakarta Timur ada di Ciracas, Pasar Rebo, dan Cimanggis.

    Menurut Jokowi, pembangunan situ dan waduk ini memiliki kelebihan. Sebab, selain menampung limpahan banjir, situ dan waduk juga berperan sebagai konservasi air tanah. "Sehingga memang harus dimulai saat ini," ujarnya.

    SYAILENDRA

    Berita Lain:
    Jawa Barat Siaga Darurat Bencana Sampai April
    DI Bandung Truk Masuk Jurang, Dua Tewas
    Pesan Atut dari Pondok Bambu untuk Anak Buahnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.