Ratusan Anak Pengungsi Banjir Terserang Penyakit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak korban banjir mengejar salah satu kendaraan saat meminta sumbangan di jalan Kalibata, Jakarta, (19/1). Aksi tersebut mereka terpaksa dilkerjakan karena kurangnya persediaan stok makanan ditempat pengungsian. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah anak korban banjir mengejar salah satu kendaraan saat meminta sumbangan di jalan Kalibata, Jakarta, (19/1). Aksi tersebut mereka terpaksa dilkerjakan karena kurangnya persediaan stok makanan ditempat pengungsian. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COBekasi - Komisi Perlindungan Anak Kota Bekasi mencatat sedikitnya 150 anak dan balita di Kota Bekasi terserang penyakit setelah banjir melanda wilayah tersebut. Mereka mengidap penyakit seperti gatal, diare, serta infeksi saluran pernapasan.

    "Minimnya bantuan dan makanan membuat mereka harus bertahan dengan makanan seadanya," kata Komisioner Bidang Kesehatan, KPAI Kota Bekasi, Sugeng Wijaya, Kamis, 23 Januari 2014.

    Oleh karena itu, Sugeng menyesalkan tindakan pemerintah daerah yang lamban melakukan penanganan terhadap anak-anak saat banjir melanda. Padahal, ujar dia, asupan gizi dan makanan sehat seharusnya menjadi prioritas nomor satu di pos pengungsian. "Kondisi tubuh anak-anak dan balita sangat rentan dengan penyakit," katanya. "Apalagi musim hujan seperti ini," kata dia.

    Menurut Sugeng, persediaan air bersih sangat minim di wilayah yang terkena banjir. Padahal, air bersih tersebut sangat berguna untuk menghindari penyakit kulit pada anak-anak dan balita. Ia mengatakan seharusnya pemerintah daerah menyiapkan tangki air bersih di setiap pos pengungsian.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Anne Nur Chandrani mengatakan pihaknya sudah menginstruksikan kepada setiap pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) agar bersiaga di pos-pos pengungsian. Tujuannya, agar staf puskesmas dapat melayani para korban banjir dan mengantisipasi penyakit yang tiba-tiba menyerang. "Ada tim yang menyisir setiap pengungsian untuk mendeteksi penyakit," katanya.

    Anne mengatakan persediaan obat masih cukup. Di lain pihak, para korban banjir belum ada yang dirujuk ke rumah sakit. "Kejadian pasca-banjir perlu diperhatikan," kata dia. "Terutama penyakit yang kerap timbul pasca-banjir, seperti diare, infeksi saluran pernafasan serta penyakit kulit dan gatal-gatal," ia menambahkan.

    Banjir di Kota Bekasi telah surut sejak kemarin. Para pengungsi pun sudah pulang ke rumah masing-masing. Sejak Januari 2014 ini, sedikitnya tiga kali banjir menerjang wilayah setempat. Banjir paling parah terjadi pada 18 Januari lalu. Hampir di seluruh kecamatan terkena dampaknya, jumlah pengungsi pun mencapai 7.000 lebih.

    ADI WARSONO


    Berita lain:
    Apa Kata Megawati Soal Hubungannya dengan SBY?
    Benarkah Tenda SBY di Sinabung Rp 15 Miliar? 
    Jurus Tiga Baskom Ahok Jika Sodetan Ditolak 
    Ani Yudhoyono Minta Maaf Pun Tuai Komentar
    SBY Percaya Klenik Diulas di Washington Post
    Isyarat Tepuk Punggung Wapres Boediono ke Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?