Besok, Jokowi Temui Rano Karno Bahas Sodetan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memarkir sepedanya sesampainya di Balaikota Jakarta (3/1). Jokowi menginstruksikan pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi setiap Jumat yang berlaku sejak Jumat (3/1). ANTARA/Wahyu Putro A

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memarkir sepedanya sesampainya di Balaikota Jakarta (3/1). Jokowi menginstruksikan pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi setiap Jumat yang berlaku sejak Jumat (3/1). ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan menemui Wakil Gubernur Banten Rano Karno untuk membahas rencana sodetan Ciliwung-Cisadane. "Besok ketemu Wakil Gubernur Banten, mau pada ikut?" kata Jokowi kepada wartawan pada Jumat, 24 Januari 2014.

    Menurut Jokowi, dia juga akan bertemu dengan Wali Kota Tangerang Sachrudin dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. Jokowi menuturkan pertemuan ini digelar untuk membahas program penanganan banjir di Jakarta dan sekitarnya.

    Meski demikian, Jokowi belum mau memberi tahu lokasi pertemuan di Tangerang tersebut dan waktunya. "Pokoknya pagi, kalau mau ikut ya pagi," ujar Jokowi sambil memukul pintu mobilnya untuk menekankan kata pagi. "Kayak enggak biasa saja," ujarnya.

    Biasanya, jika Jokowi berkata akan blusukan pada pagi hari, maka sudah jamak di kalangan wartawan bahwa sebelum pukul 08.00 para pewarta harus sudah berkumpul. Jokowi berharap pertemuan ini membuahkan hasil.

    Ide sodetan ini sudah ada sejak tahun 2000. Sodetan sepanjang 1,9 kilometer ini diharapkan mampu mengurangi beban puncak banjir di Kali Ciliwung. (Berita terkait: Kementerian Desain Ulang Sodetan Sungai Cisadane)

    SYAILENDRA




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.