Soal Sodetan, Jokowi Akan Diajak Keliling Cisadane

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelajar melintas pada genangan banjir di kawasan Teluk Naga, Tangerang, Banten (20/1). TEMPO/ Marifka Wahyu Hidayat

    Pelajar melintas pada genangan banjir di kawasan Teluk Naga, Tangerang, Banten (20/1). TEMPO/ Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Tangerang - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnaen berharap kedatangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ke Tangerang hari ini, Sabtu, 25 Januari 2014, bisa menuntaskan kontroversi sodetan Ciliwung-Cisadane yang belakangan ini terus memanas. "Setelah melihat langsung fisik Cisadane, kami berharap Pak Jokowi bisa menuntaskan permasalahan sodetan ini," kata Zaki kepada Tempo.

    Menurut Zaki, Jokowi mengurungkan rencana sodetan itu karena Kabupaten Tangerang tetap akan menolak. "Sikap kami sudah final," katanya.

    Zaki mengaku akan mengajak Jokowi mengecek langsung kondisi fisik Sungai Cisadane dan Bendung Pasar Baru Cisadane atau Pintu Air 10. Rencananya, Zaki akan mengajak Gubernur DKI itu berkeliling dan menyusuri Sungai Cisadane sampai ke hilir.

    Sungai Cisadane, kata Zaki, saat ini dalam kondisi yang memprihatinkan. Menurut dia, yang paling dibutuhkan oleh sungai terpanjang di Tangerang itu adalah normalisasi dan pengerukan sedimentasi yang sudah berbentuk delta-delta. (Baca: Tangerang Siap Jamu Jokowi Hari Ini)

    Jokowi diagendakan tiba di pintu Bendung Cisadane pukul 10 pagi ini. Mantan Wali Kota Solo ini akan bertemu langsung dengan Wakil Gubernur Banten Rano Karno, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnaen, dan Wali Kota Tangerang Arief Rachardiono Wismansyah.

    JONIANSYAH

    Berita Terpopuler
    Coba Rute Baru, Bus Jokowi 'Nyasar' ke Rumah Makan
    Korban Pencabulan Kenal Petugas Transjakarta
    Jokowi Blusukan Dibuntuti TV Prancis 
    Dua Kawasan Ini Akan Jadi Waduk di Jakarta Utara  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.