Pria Ini Coba Perkosa Seorang Ibu di Duren Sawit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • studlife.com

    studlife.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang wanita paruh baya hendak diperkosa oleh pria di kawasan Kanal Banjir Timur (KBT), Duren Sawit, Jakarta Timur, tadi pagi. Sang pelaku, MAG, 31 tahun, hendak memperkosa HS, 55 tahun, warga Duren Sawit, karena tak kuat menahan nafsu.

    Kepala Kepolisian Sektor Duren Sawit Komisaris Imran Gultom menuturkan peristiwa tersebut terjadi sekitar jam 6 pagi. Korban saat itu sedang lari pagi di sepanjang jalan KBT. Pada jam segitu, jalanan sedang sepi-sepinya.

    Melihat keadaan sedang sepi, Imran melanjutkan, pelaku yang bekerja serabutan itu lantas menarik korban ke pinggir kali. Sejurus kemudian, pelaku segera melucuti pakaian korban dan dirinya. "Sudah sampai buka baju juga," ucap Imran, Sabtu, 25 Januari 2014.

    Namun, ia menambahkan, korban melakukan perlawanan dan berteriak. Mendengar teriakan, warga pun mendatangi korban yang sedang bergumul. "Warga banyak yang datang karena mendengar teriakan."

    Tak ampun, bogem mentah pun mendarat di tubuh pelaku yang asli Kalimantan itu. "Melihat warga yang mau diperkosa, warga ramai-ramai memukuli pelaku hingga bonyok."

    Imran menduga pelaku memiliki kelainan seksual. "Kayanya dia hypersex, tapi kami masih mendalami terus motifnya," katanya.

    Menurut Imran, pelaku baru pertama kali melakukan perbuatan tersebut. "Ini baru pertama kalinya dia kayak gitu," ujarnya.

    Kini pelaku sudah diamankan di Polsek Duren Sawit. Pelaku melanggar Pasal 289 Undang-Undang KUHP tentang Percobaan Pemerkosaan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun kurungan.

    ERWAN HERMAWAN


    Baca juga:

    Ruhut: Foto Editan Sinabung Bikinan Orang Kotor

    Harta Setya Novanto, Sang Tuan Tanah

    Akil Disebut Hambat Putusan Pemilu Serentak

    Kasus Akil, KPK: Keterangan Idrus Sudah Cukup


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.